KabarBaik.co, Sidoarjo– Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Sidoarjo tak hanya menguji kemampuan siswa, tetapi juga kesiapan fasilitas sekolah. Sejumlah SMP harus memutar strategi dengan membagi ujian ke dalam beberapa sesi demi mengakomodasi keterbatasan laboratorium komputer.
Di SMPN 4 Waru, misalnya, sebanyak 283 siswa mengikuti TKA dengan skema tiga sesi. Setiap sesi diatur ketat agar seluruh peserta tetap dapat mengikuti ujian berbasis komputer dengan nyaman dan tertib.
Kepala SMPN 4 Waru, Khoirul Huda, menjelaskan pembagian sesi dilakukan sejak pagi hingga siang hari. Setiap ruangan diisi maksimal 20 siswa dengan total lima ruang yang digunakan secara bergantian.
“TKA ini dibagi tiga sesi, sesi pertama 100 siswa pukul 07.00-08.45, sesi kedua 100 siswa pukul 09.15 sampai 11.00, dan sesi ketiga 83 siswa pukul 11.30-13.15,” ujarnya, Rabu (08/4).
Menurutnya, keterbatasan perangkat bukan menjadi penghalang. Justru, pengaturan sesi dinilai menjadi solusi agar pelaksanaan ujian tetap berjalan optimal tanpa mengganggu kenyamanan peserta.
“Dibagi tiga sesi karena jumlah lab komputernya terbatas. Satu ruangan maksimal 20 anak, dan ada lima ruangan yang digunakan,” tambahnya.
Di tingkat kabupaten, pelaksanaan TKA diikuti oleh 25.544 siswa dari 193 SMP negeri dan swasta. Ujian digelar bertahap menyesuaikan kesiapan masing-masing sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi, memastikan bahwa secara umum pelaksanaan berjalan sesuai rencana. Evaluasi dari hari pertama juga menjadi bahan perbaikan sehingga hari berikutnya lebih lancar.
“Dari pengecekan di beberapa sekolah, secara internal sudah siap dan pelaksanaan berjalan baik,” jelasnya.
TKA dijadwalkan berlangsung hingga 16 April 2026. Selain mengukur capaian belajar siswa, pelaksanaan ujian ini juga menjadi gambaran kesiapan sekolah dalam mengadopsi sistem evaluasi berbasis teknologi. (*)







