KabarBaik.co, Jakarta – Kabar baik datang dari Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk santri atau pelajar lulusan Madrasah Aliyah (MA) dan sederajat, khususnya bagi mereka yang bercita-cita melanjutkan studi ke luar negeri. Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag resmi membuka seleksi penerimaan Beasiswa Kerajaan Maroko Tahun 2026.
Program ini dibuka berkat kerja sama Moroccan Agency for International Cooperation (AMCI) melalui Kedutaan Besar Kerajaan Maroko di Jakarta dengan Kemenag. Beasiswa diberikan bagi pelajar Indonesia yang akan melanjutkan kuliah S1 di Kerajaan Maroko tahun 2026.
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyampaikan bahwa AMCI melalui Kedutaan Besar Kerajaan Maroko pada tahun ini memberikan kuota beasiswa sebanyak 50 orang melalui Kemenag. Karena itu, Kemenag akan menyelenggarakan seleksi calon mahasiswa penerima beasiswa yang dimaksud bagi lulusan MA, Pendidikan Diniyah Formal Ulya/Satuan Pendidikan Muadalah, dan SMA/SMK sederajat.
Adapun seleksi calon mahasiswa penerima beasiswa akan dilaksanakan oleh Konsorsium Pusat Bahasa PTKI melalui Computer Based Test (CBT) dan wawancara. Adapun petunjuk teknis seleksi akan diatur secara terpisah oleh Konsorsium Pusat Bahasa PTKIN melalui website: https://kpbptki.or.id. Peserta yang dinyatakan lulus akan diajukan sebagai calon penerima beasiswa AMCI tahun 2026-2027 dan melengkapi pemberkasan melalui Kemenag.
Melalui surat resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag yang diterima KabarBaik.co, disampaikan bahwa pendaftaran peserta dibuka mulai 26 Mei hingga 5 Juni 2026. Pada rentang waktu yang sama juga dilakukan verifikasi dan validasi dokumen serta penerbitan virtual account (VA). Adapun pembayaran biaya seleksi berlangsung sejak 26 Mei sampai 5 Juni 2026.
Selanjutnya, peserta akan mengikuti simulasi Computer Based Test (CBT) dan pelaksanaan CBT pada 7 Juni 2026. Hasil akhir seleksi Beasiswa Kerajaan Maroko 2026 akan diumumkan pada 12 Juni 2026.
Masih menurut surat yang diterbitkan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tersebut, disebutkan bahwa minat masyarakat Indonesia untuk melanjutkan studi ke Timur Tengah semakin meningkat. Dari berbagai Informasi, saat ini sudah lebih dari 24.000 mahasiswa Indonesia belajar di berbagai perguruan tinggi di Timur Tengah dan Afrika. Sebagian besar belajar di Mesir, Saudi Arabia, Tunisia, Libanon, Syiria, Yordania, dan Maroko. (*)






