Stok Beras Nasional Cetak Rekor 4,4 Juta Ton, Dirut Bulog Pantau Stabilitas Harga di Pasar Wonokromo

oleh -228 Dilihat
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal didampingi Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho saat sidak Harga Bapokting di Pasar Wonokromo Surabaya.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal didampingi Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho saat sidak Harga Bapokting di Pasar Wonokromo Surabaya.

KabarBaik.co, Surabaya – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung ke Pasar Tradisional Wonokromo, Surabaya, untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok penting (bapokting), Sabtu pagi (4/4). Kunjungan ini dilakukan guna memastikan stabilitas harga pangan di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.

Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Rizal didampingi Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, serta melibatkan berbagai pihak, mulai dari pengelola pasar, unsur TNI dari Kodam V/Brawijaya, hingga perwakilan dinas terkait seperti koperasi, UMKM, dan pertanian.

“Monitoring ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden agar tidak terjadi kenaikan harga pangan. Kami ingin memastikan langsung di lapangan bahwa kondisi tersebut benar-benar terjaga,” ujar Ahmad Rizal di sela kunjungan.

Dari hasil pengecekan, sejumlah komoditas utama terpantau stabil, bahkan beberapa mengalami penurunan harga. Beras SPHP masih berada pada harga stabil, minyak goreng “Minyak Kita” dijual sekitar Rp 15.700 per liter, sementara harga telur ayam turun menjadi Rp 29.000 per kilogram. Harga ayam ras juga tercatat menurun dari kisaran Rp 34.000 menjadi sekitar Rp 31.000 per kilogram.

Namun demikian, pihaknya mencatat adanya kenaikan harga pada komoditas daging sapi. Untuk itu, Bulog berencana melakukan penelusuran lebih lanjut hingga ke Rumah Potong Hewan (RPH) guna mengidentifikasi penyebab kenaikan tersebut.

“Kami akan cek langsung ke RPH untuk mengetahui kendala yang terjadi, sehingga bisa segera diantisipasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Rizal menegaskan bahwa secara nasional, stok pangan dalam kondisi aman dan terkendali. Bahkan, stok beras Bulog saat ini mencapai 4,4 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Ini menjadi capaian yang membanggakan. Tahun lalu saat swasembada pangan, stok tertinggi berada di angka 4,2 juta ton. Sekarang sudah melampaui itu, dan kami prediksi bisa mencapai 5 juta ton pada akhir April atau awal Mei,” ungkapnya.

Selain menjaga stabilitas harga, Bulog juga tengah menjalankan penugasan penyaluran bantuan pangan kepada sekitar 3,3 juta penerima manfaat. Bantuan tersebut berupa beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per penerima.

Meski secara umum pasokan minyak goreng cukup terkendali, Ahmad Rizal mengakui adanya keterbatasan distribusi “Minyak Kita” akibat alokasi Domestic Market Obligation (DMO) yang terbagi ke seluruh provinsi. Bulog pun telah mengajukan penambahan kuota untuk memperkuat distribusi di daerah.

Dalam kesempatan yang sama, tim juga melakukan pengujian terhadap sampel bahan pangan untuk memastikan keamanan konsumsi. Hasil sementara menunjukkan bahwa berbagai komoditas seperti tomat, cabai rawit, sawi, dan wortel negatif dari kandungan pestisida berbahaya maupun formalin. Pengujian terhadap daging dan ayam juga sedang dalam proses.

“Selain harga, kami juga memastikan kualitas pangan aman dikonsumsi. Dari hasil uji sampel, sejauh ini seluruhnya negatif dari zat berbahaya,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Bulog ingin memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa harga pangan tetap stabil, stok terjaga, serta kualitas bahan pangan aman untuk dikonsumsi.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.