KabarBaik.co, Mojokerto– Ketersediaan beras nasional saat ini berada dalam kondisi sangat aman dan terkendali. Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto turut mencatat kondisi stok yang sangat kuat. Hingga saat ini, jumlah beras yang tersimpan mencapai kurang lebih 78,009 ton, yang diproyeksikan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tahun depan.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto Muhammad Husin mengatakan capaian ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam menjaga ketahanan pangan.
“Stok yang tersedia saat ini merupakan hasil kerja keras bersama, mulai dari petani, pemerintah daerah, TNI/Polri, hingga seluruh stakeholder pangan. Dengan jumlah mencapai 78.009 ton ribu ton, kami memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap aman dan stabil,” ujar Husin dalam keterangannya, Jumat (24/4).
Sementara itu, secara nasional Bulog mencatat bahwa stok beras telah mencapai sekitar 5 juta ton, sebuah capaian strategis yang menunjukkan kekuatan cadangan pangan Indonesia.
Melimpahnya stok tersebut terlihat nyata di berbagai daerah. Gudang-gudang Bulog saat ini dipenuhi oleh beras hasil produksi petani dalam negeri. Bahkan, gudang swasta yang disewa untuk mendukung kapasitas penyimpanan juga berada dalam kondisi penuh.
Dalam kegiatan meninjau stok beras bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di gudang filial Bulog Karawang, Jawa Barat, Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan stok Cadangan Pangan Pemerintah (CBP) melimpah oleh hasil produksi petani dalam negeri

“Gudang Bulog saat ini penuh oleh beras hasil produksi petani dalam negeri, bahkan gudang swasta yang disewa juga dalam kondisi serupa. Ini menunjukkan bahwa negara kita benar-benar swasembada pangan, bukan rekayasa dan lain sebagainya.” ujarnya
Kondisi ini menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar narasi, melainkan fakta yang dapat dibuktikan langsung melalui ketersediaan stok di lapangan.
Selain menjamin ketersediaan, Bulog juga terus menjaga kualitas beras melalui sistem penyimpanan yang terstandar serta distribusi yang terencana dengan baik. Upaya ini dilakukan guna memastikan masyarakat memperoleh beras yang berkualitas dengan harga yang tetap stabil.
Melimpahnya stok beras secara nasional maupun di daerah menjadi bukti keberhasilan program penyerapan hasil panen petani dalam negeri. Hal ini sekaligus memperkuat fondasi Indonesia dalam mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.
Dengan capaian stok nasional hingga 5 juta ton serta dukungan stok daerah yang kuat, Indonesia menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya terjaga, tetapi juga semakin kokoh di masa mendatang. (*)







