KabarBaik.co, Blitar – Ketersediaan oksigen di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar dipastikan masih aman untuk menunjang kebutuhan pelayanan pasien. Rumah sakit juga menyiapkan tangki cadangan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan kebutuhan.
Plt Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Bernard Theodore Ratulangi mengatakan, ketersediaan oksigen menjadi salah satu kebutuhan yang diprioritaskan rumah sakit. “Untuk kondisi stok mencukupi kebutuhan pelayanan karena memang pelayanan oksigen menjadi salah satu prioritas,” ujar Bernard.
Menurutnya, kebutuhan oksigen rumah sakit secara umum masih relatif sama dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata penggunaan oksigen di RSUD Mardi Waluyo mencapai sekitar 15.000 meter kubik per bulan. “Secara umum tetap sama dengan kebutuhannya seperti tahun lalu. Kebutuhan rata-rata per bulan sekitar 15.000 meter kubik,” jelasnya.
Untuk menjaga ketersediaan pasokan, RSUD Mardi Waluyo juga memiliki tangki cadangan dengan kapasitas sekitar 10.000 meter kubik. Cadangan tersebut menjadi bagian dari antisipasi rumah sakit terhadap kebutuhan oksigen pelayanan. “Tentunya ada dan cukup untuk saat ini karena kami ada tangki cadangan yang kapasitasnya sekitar 10.000 meter kubik,” katanya.
Bernard menambahkan, rumah sakit juga terus menjaga komunikasi dengan pihak penyedia oksigen. Kerja sama tersebut dilakukan melalui mekanisme yang telah dituangkan dalam nota kesepahaman atau MoU. “Saat ini RS bekerja sama dengan penyedia dan berkomunikasi intens dengan mereka dalam MoU,” pungkasnya. (*)







