KabarBaik.co – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menegaskan Pemkot Surabaya terus berkomitmen membenahi persoalan perparkiran yang selama ini menjadi masalah menahun di Kota Pahlawan. Sebagai langkah konkret, Pemkot Surabaya kini mendorong penerapan metode pembayaran non-tunai sebagai solusi yang dinilai lebih rasional dan transparan.
Dalam keterangannya, Armuji mengakui bahwa urusan parkir merupakan tantangan lama yang terus berulang dari waktu ke waktu. Namun, ia meyakini bahwa inovasi digital adalah jawaban untuk memutus rantai persoalan tersebut.
“Hal semacam parkir dari dulu selalu ada, tapi kami mencari solusi dengan metode baru yang kiranya nanti rasional,” ujar Armuji, Sabtu (24/1).
Armuji menyadari bahwa transisi dari pembayaran tunai ke non-tunai memerlukan waktu penyesuaian bagi warga. Mengingat hal ini merupakan sistem baru, ia menekankan pentingnya proses sosialisasi yang masif agar masyarakat tidak kaget dan dapat menerima kebijakan tersebut dengan baik.
“Pembayaran dengan non-tunai ini kan hal baru, sehingga masyarakat harus diberikan pengertian, dan lama kelamaan akan terbiasa,” katanya.
Pemkot Surabaya berharap melalui sistem non-tunai ini, pengelolaan parkir di wilayah Surabaya dapat dilakukan secara lebih akuntabel. Selain meningkatkan transparansi pendapatan daerah, kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa parkir di lapangan.
Armuji menyatakan optimismenya bahwa seiring berjalannya waktu, masyarakat akan semakin memahami manfaat jangka panjang dari sistem ini. Dengan terbentuknya kebiasaan baru di tengah masyarakat, pelaksanaan kebijakan parkir diharapkan menjadi lebih tertib, efektif, dan minim penyimpangan.
“Kalau sudah terbiasa, mereka akan menjalani dengan baik,” pungkas Armuji. (*)







