Tak Gunakan Dana CSR, Angkutan Pelajar Bojonegoro Dialokasikan Rp 7,5 Miliar

oleh -112 Dilihat
IMG 20260415 WA0016 1
Angkutan pelajar gratis saat menjemput sejumlah pelajar di Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam) 

KabarBaik.co, Bojonegoro – Program angkutan pelajar gratis di Kabupaten Bojonegoro dipastikan tetap berjalan pada tahun ini dengan dukungan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar dari APBD. Meski demikian, hingga pertengahan April 2026, layanan tersebut belum mulai beroperasi karena masih dalam tahap persiapan teknis.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, Welly Fitrama, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyempurnakan data calon penerima manfaat. Program ini ditargetkan menjangkau sebanyak 5.501 pelajar. “Insya Allah angkutan pelajar gratis tetap berjalan. Saat ini kami masih menyempurnakan data pelajar calon penerima manfaat kegiatan ini,” ujarnya, Rabu (15/4).

Menurut Welly, proses pendataan dilakukan ulang karena adanya perubahan dari sejumlah lembaga pendidikan yang sebelumnya mendaftar, namun kini belum mengikuti program tersebut. Selain itu, Dishub juga masih menjajaki mekanisme penyediaan layanan melalui sistem e-catalog.

“Terdapat beberapa sekolah yang berubah kebijakan, sehingga kami perlu menyesuaikan kembali data. Di sisi lain, proses penyediaan pelaksana kegiatan juga masih dalam tahap penjajakan melalui e-catalog,” jelas Welly.

Tahun ini, pembiayaan program tidak lagi berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) seperti sebelumnya, melainkan sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Meski sumber pendanaan berubah, jumlah lembaga pendidikan yang menjadi sasaran disebut tetap sama seperti tahun 2025.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Bojonegoro, Evie Octavia M., menegaskan bahwa program angkutan pelajar gratis merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor pendidikan, khususnya pendidikan inklusif.

“Program ini tidak hanya untuk meningkatkan akses pendidikan, tetapi juga untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar serta mengurangi kepadatan lalu lintas,” ungkapnya.

Evie merinci, dari total anggaran Rp 7,5 miliar, sebesar Rp 5,6 miliar dialokasikan untuk program angkutan pelajar reguler atau “apel gratis”. Program ini menyasar siswa SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, baik negeri maupun swasta, dengan target pengguna mencapai 5.339 siswa per hari.

Sementara itu, sebesar Rp 1,9 miliar dialokasikan untuk layanan angkutan khusus penyandang disabilitas. Program ini menyasar sekitar 151 pelajar disabilitas dari jenjang SD hingga SMA, serta 11 orang pendamping setiap harinya. “Ada dua program utama, yakni apel gratis untuk pelajar reguler dan angkutan khusus disabilitas,” jelasnya.

Namun demikian, implementasi program ini belum merata di seluruh wilayah. Salah satunya di Kecamatan Margomulyo. Kepala SMKN Margomulyo, Burhanudin, mengaku hingga saat ini belum ada layanan angkutan pelajar gratis yang menjangkau sekolahnya. “Sejauh ini belum ada. Informasi dari guru-guru juga menyebutkan program tersebut belum berjalan di sini,” ujarnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.