Targetkan Zero Kemiskinan Ekstrem, Gus Fawait Dorong Optimalisasi Lahan Tidur

oleh -113 Dilihat
acara forum Kompas.com Talks. (Ist)
Gus Fawait saat membeberkan visi tentang pengentasan kemiskinan.

KabarBaik.co, Jember – Bupati Jember, Gus Fawait menegaskan komitmennya untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah penyangga hutan dan perkebunan.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam forum Kompas.com Talks bertajuk penanganan kemiskinan di lahan produktif yang digelar di Gedung Soedjarwo, Universitas Jember pada Senin (13/4).

Dalam diskusi yang dihadiri para akademisi dan pemangku kepentingan tersebut, Gus Fawait mengungkapkan bahwa meski angka kemiskinan di Jember menunjukkan tren penurunan, tantangan besar masih tersisa di wilayah pinggiran. Selama satu dekade terakhir, masyarakat di sekitar hutan dan perkebunan dinilai belum tersentuh intervensi ekonomi secara optimal.

“Kemiskinan di kawasan pinggir hutan dan perkebunan menjadi tantangan utama hari ini. Keberadaan dua BUMN besar, yakni PTPN dan Perhutani, harus mampu berkontribusi nyata dalam mengurai persoalan tersebut,” tegas Gus Fawait.

Ia memaparkan bahwa Jember memiliki potensi luar biasa, salah satunya melalui program perhutanan sosial dengan luasan mencapai puluhan ribu hektare. Menurutnya, jika dikelola dengan tepat dan tepat sasaran, lahan tersebut dapat menjadi motor penggerak untuk menekan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan.

Gus Fawait optimistis Jember dapat mencapai target zero kemiskinan ekstrem pada tahun 2029. Ia menyoroti pentingnya distribusi lahan dan pembukaan lapangan kerja di kawasan perkebunan yang lebih berpihak kepada warga lokal.

“Prioritas harus diberikan kepada warga miskin ekstrem di sekitar hutan dan kebun. Lahan-lahan tidur milik perusahaan juga bisa dioptimalkan untuk mendorong ekonomi sektor informal,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengakui adanya hambatan administratif, di mana pemerintah daerah seringkali belum dilibatkan secara penuh dalam program kehutanan sosial. Ia berharap ke depan ada koordinasi lintas sektor yang lebih kuat berbasis data yang akurat.

Minimnya Kolaborasi Menjadi Kendala Senada dengan hal tersebut, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember, Prof. Muhammad Zainuri, menilai akar masalah kemiskinan di Jember terletak pada ego sektoral.

“Program sebenarnya sudah ada, tapi berjalan sendiri-sendiri tanpa koneksi (sinkronisasi),” ujar Prof. Zainuri.

Ia menekankan tiga poin penting untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, yakni
Integrasi kebijakan antar lembaga, Digitalisasi data untuk memastikan akurasi penerima manfaat dan Penerapan reward and punishment untuk mencegah kebocoran anggaran atau program.

Prof. Zainuri mengingatkan agar bantuan pemerintah tidak hanya bersifat karitatif (bantuan langsung tunai), tetapi harus mengarah pada pemberdayaan berkelanjutan yang mampu membuat masyarakat mandiri secara ekonomi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.