KabarBaik.co, Nganjuk – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk memadati Stadion Anjuk Ladang pada Senin pagi (30/3).
Kegiatan Apel Akbar sekaligus Halal Bihalal pasca libur panjang Lebaran ini menjadi momentum untuk menguatkan semangat pelayanan dan silaturahmi antar aparatur.
“Kondisi geopolitik dan makro ekonomi itu akan berpengaruh sampai ke daerah. Contohnya dana transfer ke daerah, itu bisa terdampak. ASN jangan hanya merasa aman, tapi juga harus ikut memikirkan solusi-solusi yang ada di pemerintah daerah,” tegas Bupati Marhaen Djumadi.
Kang Marhaen menekankan bahwa momentum pascalebaran harus menjadi titik balik bagi ASN untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman terhadap isu-isu yang berdampak langsung pada anggaran dan kebijakan daerah.
“Kalau ada kebijakan yang mungkin dirasa kurang pas, ASN juga harus memahami konteksnya. Jadi tidak hanya menjalankan, tapi juga ikut berpikir dan mencari solusi,” imbuh Kang Marhaen, sapaan akrabnya.
Salah satu tantangan nyata yang akan dihadapi Kabupaten Nganjuk adalah terkait kebijakan nasional mengenai komposisi belanja pegawai yang ditargetkan maksimal 30 persen pada tahun 2027. Saat ini, angka tersebut di daerah ini masih berada di kisaran 44 persen.
“Kita siapkan berbagai skema agar bisa menyesuaikan dengan ketentuan tersebut. Yang jelas, kita berupaya mencari solusi terbaik tanpa harus melakukan pemecatan pegawai,” jelas Kang Marhaen
Acara yang berlangsung khidmat di bawah sinar matahari pagi ditutup dengan kegiatan Halal Bihalal. Seluruh ASN berbaris rapi untuk saling bersalaman dengan jajaran pimpinan daerah sebagai simbol kebersamaan dan penguatan silaturahmi.
Kegiatan ini diharapkan mengokohkan soliditas internal pemerintah daerah guna memberikan pelayanan publik yang lebih prima dan responsif terhadap perubahan zaman pasca libur Idul Fitri.





