KabarBaik.co, Sidoarjo – Terik matahari yang menyengat tak menyurutkan langkah puluhan biksu peserta Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 saat melintasi wilayah Sidoarjo, Kamis (14/5). Dengan berjalan kaki ratusan kilometer menuju Candi Borobudur, para biksu tetap bertahan di tengah suhu ekstrem yang mencapai 40 derajat Celsius.
Sebanyak 58 biksu dari Thailand, Malaysia, Laos, Singapura, dan Indonesia tampak berjalan beriringan membawa semangat perdamaian dan toleransi antarumat beragama. Perjalanan spiritual tersebut dimulai dari Brahmavihara Arama, Bali, sejak 9 Mei lalu dan dijadwalkan tiba di Borobudur pada 28 Mei mendatang dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak.
Koordinator pendamping perjalanan, Romo Wawan menjelaskan cuaca panas di wilayah Jawa Timur menjadi tantangan terberat selama perjalanan berlangsung. Menurutnya, suhu udara yang mencapai 38 hingga 40 derajat Celsius membuat panitia harus menyiapkan berbagai langkah antisipasi demi menjaga kondisi fisik peserta tetap stabil saat berjalan kaki.
“Setiap langkah yang dilakukan para biksu adalah bentuk kontribusi menciptakan perdamaian bagi keluarga, bangsa, dan dunia,” ujarnya.

Untuk membantu para peserta menghadapi cuaca panas ekstrem, panitia menyiapkan dukungan mobil pemadam kebakaran di sejumlah titik perjalanan. Selain itu, para biksu juga dibekali handuk kecil berisi es untuk membantu menurunkan suhu tubuh selama perjalanan menuju Jawa Tengah.
Salah satu peserta asal Malaysia, Biksu Jef mengaku tetap menikmati perjalanan meski harus berjalan di bawah terik matahari. “Walaupun cuaca cukup panas, masyarakat di sini sangat ramah dan sering menyapa kami,” katanya.
Ia mengaku sambutan hangat masyarakat Indonesia menjadi penyemangat tersendiri selama perjalanan. Banyak warga yang memberikan dukungan saat rombongan melintas di sejumlah daerah termasuk wilayah Sidoarjo sehingga perjalanan panjang menuju Borobudur terasa lebih ringan. (*)







