KabarBaik.co, Jember – Upaya pencarian intensif terhadap seorang pemancing yang terseret ombak di Pantai Payangan akhirnya membuahkan hasil pada hari kelima.
Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban, Moh Ali Makrus, 33 tahun, dalam kondisi meninggal dunia.
Korban yang merupakan warga Dusun Kepel, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan tersebut sebelumnya dilaporkan hilang sejak Selasa, 28 April lalu, saat sedang memancing bersama dua rekannya di area belakang Bukit Teluk Love.
Operasi SAR hari kelima dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir perairan menggunakan perahu LCR milik Basarnas dan BPBD Jember di sepanjang Pantai Papuma, Watu Ulo, hingga Payangan.
Sekitar pukul 10.50 WIB, tim melihat sesosok jasad yang tersangkut di batu karang, tak jauh dari lokasi awal jatuhnya korban.
“Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tersangkut di batu karang, sekitar 200 meter dari titik awal kejadian,” ujar Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo saat dikonfirmasi pada Selasa (5/5).
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis mengingat kondisi alam di Pantai Payangan yang dikenal ekstrem.
“Selama lima hari pencarian, tim di lapangan harus berhadapan dengan kendala ombak yang tinggi, yang sempat menyulitkan pergerakan perahu karet (LCR) petugas,” ungkapnya.
Setelah berhasil dievakuasi ke daratan, jenazah korban langsung dibawa ke Puskesmas Ambulu untuk prosedur medis lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga di Wuluhan untuk dimakamkan.
Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR di Pantai Payangan secara resmi dinyatakan ditutup. Seluruh personel yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Edy mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan untuk selalu waspada dan memperhatikan kondisi cuaca serta peringatan gelombang tinggi saat beraktivitas di sekitar pantai selatan Jember. (*)








