KabarBaik.co, Pasuruan – Timbunan sampah di Kabupaten Pasuruan mencapai 428.850,11 ton per tahun, sementara fasilitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang beroperasi hanya satu unit untuk melayani wilayah kabupaten.
Kondisi ini terungkap dalam paparan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan dalam rencana kerja (Renja) tahun 2027.
Sebelumnya, Kabupaten Pasuruan memiliki TPA di Desa Kenep, Kecamatan Beji. Namun seiring waktu, TPA tersebut berhenti beroperasi. Saat ini, satu-satunya TPA yang masih aktif hanyalah TPA Wonokerto di Kecamatan Sukorejo.
Kepala DLH Kabupaten Pasuruan M. Nur Kholis, mengungkapkan bahwa TPA Wonokerto hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh kecamatan di Kabupaten Pasuruan.
“TPA kita itu paling banyak melayani lima hingga enam kecamatan. TPA Wonokerto itu baru melayani Bangil, Pandaan, Gempol, Prigen, dan Sukorejo. Rembang sendiri ada enam kecamatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meski terdapat pengambilan sampah dari wilayah lain seperti Kecamatan Kraton, jumlahnya masih tidak signifikan dibandingkan lima kecamatan yang menjadi penyumbang utama timbulan sampah ke TPA.
“Walaupun ada juga pengambilan ke Kraton, dan kecamatan lainnya, tetapi jumlahnya tidak signifikan,” jelasnya.
Untuk menekan volume sampah, DLH Kabupaten Pasuruan mulai mendorong langkah strategis dengan fokus pada pengurangan sampah dari sumbernya. Salah satunya melalui imbauan kepada instansi pemerintah di lingkungan Pemkab Pasuruan agar mengurangi penggunaan bahan yang berpotensi menambah sampah, terutama plastik sekali pakai.
“Kami mengimbau karyawan untuk membawa tumbler sendiri agar tidak menggunakan kemasan sekali pakai. Dengan tumbler bisa dipakai berkali-kali, sehingga sampah bisa dikurangi,” kata Nur Kholis.
Selain menyasar aparatur sipil negara (ASN), imbauan pengurangan sampah juga ditujukan kepada masyarakat dan pelaku usaha. DLH berharap langkah sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari upaya perbaikan pengelolaan sampah sekaligus mengurangi beban TPA di Kabupaten Pasuruan yang saat ini masih sangat terbatas.(*)








