KabarBaik.co, Jakarta – Hanya empat bulan setelah meraih medali perunggu ke-4 secara beruntun di SEA Games 2025, Timnas Voli Putri Indonesia langsung menunjukkan ambisi regenerasi yang berani. PBVSI memanggil 17 pemain untuk pemusatan latihan (pelatnas) menghadapi tiga turnamen internasional bergengsi sepanjang pertengahan 2026.
Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI Loudry Maspaitella menyampaikan bahwa timnas putri akan berlaga di tiga ajang utama: AVC Nation’s Cup for Women di Filipina pada 6-9 Juni 2026, 6th SEA V League for Women yang digelar dua pekan di Vietnam (31 Juli–2 Agustus 2026) dan Thailand (7–9 Agustus 2026), serta AVC Continental Cup for Women di Tianjin, China pada 21–30 Agustus 2026.
“Seluruh pemain yang dipanggil wajib sudah berada di Padepokan Bolavoli Jenderal Kunarto, Sentul paling lambat 4 Mei 2026,” ujar Loudry kepada awak media, Senin (27/4).
Pelatih kepala Marcos Sugiyama kembali dipercaya memimpin skuad. Kali ini, ia tidak hanya mengandalkan pilar senior seperti Megawati Hangestri Pertiwi, Mediol Stiovanny Yoku, Ersandrina Devega, dan Syelomitha Afrilaviza, tetapi juga menyuntikkan energi baru dari para pemain yang bersinar di Proliga 2026.
Yang paling krusial adalah di lini setter. Di SEA Games 2025, posisi pengatur serangan masih diisi Yolana Bheta Pangestika dan Ajeng Nur Cahaya. Kini, duo Arneta Putri Amelian (Best Setter Proliga 2026 bersama Gresik Phonska) dan Tisya Amallya Putri (kapten Jakarta Pertamina Enduro) mengambil alih. Kualitas distribusi bola diprediksi akan jauh lebih tajam dan konsisten.
Regenerasi juga terlihat di hampir semua posisi. Shindy Sasgia Dwi Yuniar, Arsela Nuari Purnama, Tina Syifa Sabila Salim, Salsabila Dara Putri, Fajriahni Ema Herawati, serta Khanza Putri Yansi Ganestri memberikan opsi cadangan yang lebih kompetitif dibandingkan skuad SEA Games 2025.
Jika dicermati, dari sisi asal daerah, skuad ini didominasi Jawa Timur dengan 7 pemain (41,2 persen), diikuti Jawa Barat (4 pemain), DKI Jakarta (3 pemain), Jawa Tengah (2 pemain), dan DI Yogyakarta (1 pemain). Dominasi Jawa Timur ini mencerminkan kekuatan basis voli di provinsi tersebut saat ini. Tapi, terpenting bukan asal daerah, melainkan satu nusa, satu bahasa, satu tanah air: Indonesia.
“Roster ini punya kedalaman yang lebih baik,” ujar seorang pengamat voli yang mengikuti Proliga 2026.
Megawati Hangestri Pertiwi tetap menjadi tulang punggung di posisi opposite, sementara Geofanny Eka Cahyaningtyas (Best Middle Blocker Proliga 2026) dan Chelsa Berliana Nurtomo memastikan blok tengah tetap solid.
Dengan mayoritas pemain baru saja melewati kompetisi Proliga level tinggi, chemistry dan mental bertanding skuad baru ini diharapkan lebih matang. Target realistis ke depan bukan lagi sekadar mempertahankan perunggu, melainkan menembus final SEA V League atau setidaknya mendekati Vietnam dan Thailand di level Asia Tenggara.
Marcos Sugiyama dan tim pelatih kini punya “lumbung” pemain yang lebih tebal untuk melakukan rotasi tanpa menurunkan kualitas signifikan. Tentu, ini sesuatu yang sulit dilakukan di skuad SEA Games 2025.
Apakah ini awal era baru voli putri Indonesia? Waktu akan menjawab, tapi dari kacamata kedalaman skuad dan jadwal padat yang menanti, langkah PBVSI kali ini terlihat jauh lebih progresif. Semoga (*)








