Tingkat Hunian Hotel Bintang di Gresik Naik Jadi 69,72 Persen di Juni 2026

oleh -215 Dilihat
Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih
Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih (Tangkapan layar)

KabarBaik.co, Gresik – Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik mencatat kinerja hotel berbintang di Gresik menunjukkan perbaikan pada Juni 2026. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 69,72 persen atau meningkat 6,20 poin dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 63,51 persen.

Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan permintaan terhadap jasa akomodasi hotel berbintang kembali menguat selama Juni 2026.

“TPK hotel berbintang pada Juni 2026 tercatat sebesar 69,72 persen. Artinya, dari setiap 100 kamar yang tersedia di hotel berbintang, sekitar 69 hingga 70 kamar terisi setiap malam,” kata Indriya, Senin (3/8).

Secara tahunan (year on year), tingkat hunian hotel berbintang juga mengalami kenaikan sebesar 0,55 poin dibandingkan Juni 2025 yang tercatat 69,17 persen.

Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Juni 2026 mencapai 42,23 persen. Angka tersebut turun 1,52 poin dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 43,75 persen. Meski demikian, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tingkat hunian hotel nonbintang masih meningkat cukup signifikan sebesar 12,25 poin.

Menurut BPS, peningkatan tingkat hunian hotel berbintang dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar seperti konferensi, pertemuan bisnis, festival, maupun momentum libur yang mendorong permintaan kamar hotel.

TPK sendiri merupakan indikator yang menggambarkan perbandingan antara jumlah malam kamar yang terjual dengan jumlah malam kamar yang tersedia. Semakin tinggi nilai TPK dan mendekati 100 persen, semakin tinggi pula tingkat pemanfaatan kapasitas kamar hotel.

Selain mencatat perkembangan tingkat hunian kamar, BPS Gresik juga merilis data rata-rata lama menginap tamu (RLMT) pada hotel berbintang.

Pada Juni 2026, rata-rata tamu nusantara menginap selama 1,77 malam. Angka tersebut turun 0,12 malam dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 1,89 malam. Sebaliknya, rata-rata lama menginap tamu asing meningkat menjadi 2,21 malam atau naik 0,18 malam dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 2,03 malam.

BPS menjelaskan indikator rata-rata lama menginap memberikan gambaran mengenai kemampuan sektor pariwisata dan jasa akomodasi dalam mempertahankan wisatawan untuk tinggal lebih lama di suatu daerah. Semakin panjang durasi menginap, semakin besar pula potensi belanja wisatawan yang dapat memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.

Berdasarkan perkembangan selama Januari 2024 hingga Juni 2026, tingkat hunian hotel berbintang di Gresik cenderung berfluktuasi. Namun demikian, trennya menunjukkan peningkatan pada periode-periode tertentu, terutama menjelang akhir tahun maupun saat aktivitas ekonomi dan kegiatan berskala besar meningkat.

Data tersebut menunjukkan sektor perhotelan berbintang di Gresik masih mencatat kinerja yang positif pada pertengahan 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan penyelenggaraan berbagai kegiatan yang mendorong permintaan jasa akomodasi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.