Titiek Soeharto Apresiasi Hasil Panen Kedelai Nganjuk di Atas Target Nasional

oleh -122 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 14 at 3.32.49 PM scaled
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati atau Titiek Soeharto turun langsung memanen kedelai di Nganjuk (Agus Karyono)

KabarBaik.co, Nganjuk – Kebahagiaan dan rasa bangga terpancar jelas dari wajah Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Suharto, saat turun langsung ke lahan pertanian di Kabupaten Nganjuk, Kamis (14/5).

Di tengah hamparan lahan ratusan hektar yang siap panen, ia tak hanya melihat hasil bumi yang melimpah, tetapi juga bukti nyata keberhasilan kolaborasi besar antara pemerintah, militer, dan masyarakat.

Momen ini menjadi bukti nyata langkah konkret bangsa Indonesia berjuang melepaskan diri dari ketergantungan impor kedelai yang selama ini membebani negeri.

“Kami memberikan apresiasi kepada jajaran TNI Angkatan Laut yang memberikan pendampingan kepada para petani di sini. Biasanya di tingkat nasional produksi per hektar itu hanya 1,7 sampai 2 ton, tapi di sini bisa di atas 2 ton per hektar. Jadi bagus sekali,” ujar Siti Titiek Soeharto sapaan akrab Ketua Komisi IV tersebut

Angka produksi yang melampaui rata-rata nasional ini menjadi sorotan utama dan kabar gembira yang luar biasa. Bagi Titiek Soeharto capaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa pendampingan intensif, bimbingan teknis, dan sinergi yang terjalin selama ini telah membuahkan hasil nyata.

Keberhasilan di Nganjuk ini menjadi standar baru sekaligus contoh terbaik yang layak ditiru oleh daerah-daerah penghasil kedelai lainnya di seluruh Indonesia.

Potensi lahan yang luas dan kemampuan petani yang terus meningkat membuktikan bahwa negeri ini sesungguhnya sangat mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

“Mudah-mudahan kerja sama ini bisa diteruskan. Tidak hanya antara kementerian, TNI, akademisi, para petani, dan masyarakat, tapi juga bisa melibatkan lembaga-lembaga lainnya yang bisa ikut serta, supaya kita bisa segera mewujudkan swasembada kedelai ini,” harap Titiek.

Pernyataan Titiek Soeharto ini satu fakta besar yang selama ini menjadi tantangan berat bangsa Indonesia. Sebagai negara yang masyarakatnya sangat gemar mengonsumsi tahu dan tempe sebagai makanan pokok sehari-hari, kenyataan pahitnya justru sangat kontras.

Bahan baku utamanya masih sangat bergantung dari luar negeri. Ironi ini yang mendorong Komisi IV DPR RI terus bergerak memacu percepatan produksi dalam negeri agar kedaulatan pangan benar-benar terwujud sepenuhnya.

“Kita ini bangsa Indonesia, bangsa yang makan tahu tempe setiap hari, tapi kedelainya harus impor. Kebutuhan kita mencapai 2,6 juta ton per tahun, tapi produksi dalam negeri hanya sekitar 270.000 ton saja. Artinya, sebanyak 90 persen kebutuhan kita masih bergantung pada pasokan dari luar negeri. Ini harus kita ubah dengan kerja keras bersama supaya dalam waktu secepat-cepatnya kita bisa lepas dari ketergantungan tersebut,” tegasnya.

Titiek Soeharto kembali menyoroti peran strategis TNI yang dinilai sangat krusial dalam mempercepat pemulihan dan peningkatan produksi pertanian nasional.

Kehadiran TNI di tengah masyarakat, mendampingi petani, serta membantu mengelola dan mengoptimalkan lahan kosong, dianggap sebagai langkah jenius yang menjembatani kebijakan pemerintah dengan pelaksanaan di lapangan.

Apresiasi tinggi pun kembali disampaikan sebagai bentuk dukungan agar sinergi ini terus diperkuat demi Indonesia yang mandiri dan berdaulat di bidang pangan.

“Posisi dan peran TNI dalam mendukung pemulihan serta peningkatan sektor pertanian ini sangat besar dan sangat membantu. Semoga langkah baik ini terus berlanjut, semakin meluas, dan membawa Indonesia menjadi negara yang mandiri, makmur, dan tidak lagi bergantung pada impor untuk kebutuhan pokoknya sendiri,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.