TPST Ketegan Sidoarjo Tercekik Anggaran, Operasional Tersendat dan Sampah Menumpuk

oleh -92 Dilihat
Kondisi TPST Ketegan, Sidoarjo. (Achmad Adi Nurcahya)
Kondisi TPST Ketegan, Sidoarjo. (Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Tumpukan sampah menggunung dan asap pembakaran yang tak pernah benar-benar hilang kini menjadi wajah sehari-hari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Di balik kondisi itu, persoalan mendasar justru terletak pada hal klasik. Yakni keterbatasan anggaran yang membuat roda operasional berjalan terseok.

Sekretaris Desa Ketegan M. Abidul, menyebut volume sampah yang terus masuk setiap hari tidak sebanding dengan pemasukan yang diterima pengelola.

“Konsumsi sampah dari warga setiap hari ada, sementara iuran hanya Rp 15.000. Itu masih jauh dari standar kabupaten yang Rp 25.000,” ujarnya, Senin (20/4).

Ketimpangan tersebut berdampak langsung pada kemampuan pengelolaan. Sejumlah kebutuhan dasar, termasuk alat pemilah sampah, belum bisa dipenuhi karena keterbatasan biaya.

Di sisi lain, kondisi bangunan TPST juga tak lagi mendukung. Fasilitas itu rusak cukup parah setelah beberapa kali diterjang angin puting beliung, lantaran berdiri di area persawahan terbuka.

Akibatnya, proses pengolahan sampah berjalan jauh dari ideal. Pihak desa bahkan kesulitan untuk memproses hingga membuang sampah keluar karena minimnya sarana.

Padahal, TPST ini melayani sekitar 1.000 kepala keluarga dari tiga RW. Beban tersebut hanya ditangani enam pekerja yang seluruhnya berperan sebagai pemungut, tanpa tenaga pemilah.

Kondisi itu diperparah dengan kesejahteraan pekerja yang masih terbatas. Mereka hanya menerima gaji Rp 1.750.000 per bulan tanpa tunjangan operasional maupun jaminan kesehatan.

Dalam situasi serba terbatas, penumpukan sampah pun menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan.

Abidul berharap ada perhatian lebih dari pemerintah kabupaten untuk membantu memperbaiki kondisi TPST di tingkat desa.

“Kami berharap ada solusi nyata, agar pengelolaan sampah di desa bisa berjalan lebih baik dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Saat ini, kepengurusan TPST yang baru tengah melakukan pengkajian ulang, termasuk menyusun skema pembiayaan yang lebih sehat, sebagai langkah awal membenahi sistem pengelolaan ke depan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.