Upaya Konsisten Pemkot Mojokerto Wujudkan Zero Stunting, 796 Balita Diberikan Bantuan Pangan Bergizi

oleh -65 Dilihat
d8e505c2 d72d 4b91 b72e 23fc66a577ff
Pj Wali Kota Mojokerto M. Ali Kuncoro setelah serahkan bantuan pangan bergizi untuk keluarga terindikasi stunting. (Foto: Alief W)

KabarBaik.co – Upaya pengentasan stunting di Kota Mojokerto terus digencarkan. Terbaru, bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) disalurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kepada 796 keluarga terindikasi stunting.

Bantuan pangan diberikan berupa satu ekor ayam dan sepuluh butir telur per keluarga, dan disalurkan sebanyak 6 kali dalam setahun kepada keluarga berisiko stunting. Penyaluran bantuan ini berlangsung selama dua hari, pada 11 – 12 September, di Kantor Pos Mojokerto.

Pj Wali Kota Mojokerto M. Ali Kuncoro, menyampaikan harapannya bahwa bantuan pangan tersebut dapat membantu pemenuhan gizi keluarga, khususnya balita. Sehingga dapat mencegah terjadinya munculnya kasus stunting baru.

“Dengan bantuan ini harapannga keluarga berisiko stunting dapat memenuhi kebutuhan gizi balita mereka, demi masa depan generasi bangsa yang cakap,” ujar Mas Pj, Kamis (12/9).

Pemkot Mojokerto juga konsisten berkomitmen berupaya keras dalam percepatan penurunan stunting. Terbukti beberapa kegiatan sosial terfokus untuk pengentasan stunting dengan tidak hanya melibatkan berbagai stakeholder dinas terkait saja, melainkan juga instansi vertikal dan masyarakat.

Program bantuan sosial yang menjadi salah satu program Neo Baksos MAK yang dilaksanakan setiap Selasa, Rabu, dan Jumat. Program ini memberikan bantuan pangan bergizi secara rutin salah satunya kepada keluarga balita yang mengalami stunting, sebagai bagian dari upaya Pemkot Mojokerto dalam meningkatkan kecukupan gizi anak dan balita.

Selain program Neo Baksos MAK, Pemkot Mojokerto juga terus berinovasi untuk mempercepat penurunan angka stunting. Beberapa inovasi yang telah dijalankan adalah program Gempa Genting atau Gerakan Masyarakat Peduli Gizi Stunting, dan Canting Gula Mojo yang merupakan akronim dari Cegah Stunting, Gerak Unggul Pemberdayaan Masyarakat Kota Mojokerto.

“Dalam berbagai program sosial tersebut telah memberikan dampak positif yang terlihat dari penurunan prevalensi stunting di Kota Mojokerto. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPBGM), prevalensi stunting berhasil turun dari 3,12 persen pada tahun 2022 menjadi 2,04 persen pada tahun 2023, dan mencapai 1,85 persen per Juli 2024,” jelasnya.

Upaya secara konsisten yang terus dilakukan secara konsisten, Pemkot Mojokerto berkeyakinan angka stunting di kota ini dapat semakin menurun hingga terwujud zero stunting, guna menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing.  (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Alief W
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.