Update Super League 2025/2026: Persib Bandung Terpeleset, Borneo FC Berpeluang Menikung

oleh -217 Dilihat
BORNEO JUARA
Borneo FC mengalahkan Semen Padang dengan skor 3-0 pada laga ke-29, Sabtu (25/4) malam.

KabarBaik.co, Jakarta- Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Semen Padang FC pada Sabtu (25/4) malam, menjadi sinyal kuat bahwa Borneo FC Samarinda belum menyerah dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026. Di saat rival utama mereka mulai menunjukkan celah, Pesut Etam sebagai satu-satunya tim yang justru memanaskan persaingan di jalur juara dengan momentum yang kian sulit dibendung.

Hingga pekan ke-29, Borneo FC dan Persib Bandung sama-sama mengoleksi 66 poin. Namun, arah angin persaingan kini mulai bergeser. Jika sebelumnya Persib lebih diunggulkan berkat konsistensi, situasi terbaru menunjukkan Borneo FC justru memiliki peluang lebih besar—bahkan diperkirakan mencapai 60 persen—untuk menyalip di tikungan akhir musim.

Secara performa, Borneo FC tengah berada di tren positif. Kemenangan atas Semen Padang memperpanjang laju impresif mereka, sekaligus menegaskan kekuatan lini serang yang telah mencetak 61 gol—terbanyak di liga sejauh ini. Meski lebih sering kalah dibanding Persib, agresivitas Borneo menjadi pembeda utama dalam fase krusial.

Sebaliknya, Persib mulai kehilangan momentum. Dalam beberapa laga terakhir, tim Maung Bandung tak selalu tampil dominan. Padahal, mereka masih mengandalkan pertahanan terbaik di liga dengan hanya 18 gol kebobolan. Sayangnya, soliditas tersebut belum cukup untuk menjamin poin penuh secara konsisten.

Faktor penentu kini bergeser ke sisa jadwal pertandingan. Borneo FC berada di posisi yang lebih menguntungkan dengan tiga laga kandang dari lima pertandingan tersisa. Mereka hanya menghadapi satu lawan berat, yakni Bali United FC, sementara sisanya relatif berasal dari papan tengah hingga bawah.

Sebaliknya, Persib harus melalui jalan terjal. Selain lebih banyak menjalani laga tandang, mereka juga akan menghadapi duel panas kontra Persija Jakarta di pekan krusial—laga yang berpotensi menjadi penentu nasib juara.

Dalam simulasi realistis, Borneo FC berpeluang meraih tambahan 11 hingga 13 poin dari lima laga tersisa, yang bisa membawa mereka finis di kisaran 77–79 poin. Sementara Persib diprediksi hanya menambah sekitar 8–10 poin, sehingga berpotensi tertahan di angka 74–76 poin.

Situasi ini membuka peluang besar bagi Borneo FC untuk melakukan “tikungan tajam” di akhir musim. Dengan momentum yang terjaga, jadwal yang lebih bersahabat, dan daya serang yang mematikan, Pesut Etam kini berada di posisi ideal untuk mencuri gelar yang sempat tampak menjauh.

Namun, persaingan belum sepenuhnya berakhir. Satu hasil imbang atau kekalahan bisa mengubah segalanya. Jika Persib mampu bangkit dan memenangkan laga-laga krusial, peluang tetap terbuka.

Bagi Borneo FC, jika benar-benar menjadi juara, maka ini menjadi capaian pertama sejak klub ini naik ke Liga 1 pada 2012 silam. Sebaliknya, jika Maung Bandung yang merah tahkta,  ini menjadi hattrick berturut-turut.

Yang jelas, dengan lima pertandingan tersisa, perburuan gelar Liga 1 musim ini dipastikan akan berlangsung hingga detik terakhir—dan Borneo FC kini berada di jalur cepat untuk menyalip. (*)

Sisa 5 Laga Penentuan

Persib Bandung

  1. vs Dewa United FC (Tandang) – 30 April 2026
  2. vs Arema FC (Kandang) – 4 Mei 2026
  3. vs Bhayangkara FC (Tandang) – 9 Mei 2026
  4. vs PSIM Yogyakarta (Kandang) – 14 Mei 2026
  5. vs Persija Jakarta (Tandang) – 18 Mei 2026

Borneo FC Samarinda

  1. vs Persik Kediri (Tandang) – 29 April 2026
  2. vs Persita Tangerang (Kandang) – 5 Mei 2026
  3. vs Bali United FC (Tandang) – 11 Mei 2026
  4. vs Persijap Jepara (Kandang) – 17 Mei 2026
  5. vs Malut United FC (Kandang) – 23 Mei 2026

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.