KabarBaik.co – Sebuah peristiwa di luar nalar terjadi di Desa Grogol, Tulangan, Sidoarjo. Sebuah keranda terpaksa diangkat dan harus melewati atau melompati pagar pemakaman untuk memakamkan jenazah.
Keranda terpaksa diangkat melewati pagar makam karena akses jalan menuju makam ditutup. Video kejadian tersebut viral di media sosial
Warga setempat menegaskan bahwa peristiwa pada Rabu (17/12) itu terjadi berawal dari penutupan akses jalan menuju makam desa akibat sengketa antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan warga yang tinggal di sekitar lokasi pemakaman. Situasi itu kemudian berkembang dan memunculkan persepsi keliru seolah-olah terjadi penolakan jenazah.
Salah satu warga, Mukhtar, menyebut bahwa sejak lama makam perumahan dan makam desa digunakan secara bersama tanpa persoalan. Bahkan beberapa warga perumahan sebelumnya juga telah dimakamkan di lokasi yang sama.
“Masalahnya bukan di jenazahnya, tapi akses jalan yang ditutup karena konflik internal. Ini murni salah paham,” ujarnya.
Mukhtar menambahkan almarhum merupakan warga pendatang yang telah lama tinggal di Desa Grogol dan secara administrasi telah menjadi warga setempat, termasuk tergabung dalam paguyuban desa.
Akibat kondisi yang tidak memungkinkan, pihak keluarga akhirnya memilih memakamkan jenazah di TPU Praloyo demi menghindari kericuhan. Hingga kini, warga berharap pemerintah desa dan BPD segera turun tangan untuk memediasi konflik akses jalan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (*)






