KabarBaik.co, Batu – Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa kebijakan pembelajaran daring atau work from home (WFH) bagi siswa pasca libur Lebaran masih bersifat opsional. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu hingga kini belum mengambil keputusan final dan menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kami masih menunggu arahan pusat. Sehingga untuk WFH bagi siswa itu masih bersifat opsional,” tegas Nurochman, Kamis (26/3). Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin gegabah dalam menetapkan kebijakan yang berdampak langsung pada proses belajar mengajar.
Nurochman menekankan bahwa setiap keputusan harus mempertimbangkan kondisi riil di lapangan serta kepentingan masyarakat, khususnya siswa dan tenaga pendidik. Dia menyebut, apabila nantinya pemerintah pusat menetapkan kebijakan tersebut secara wajib, maka Pemkot Batu siap melakukan penyesuaian secara menyeluruh melalui Dinas Pendidikan.
Namun jika hanya bersifat imbauan atau opsional, lanjut Nurochman, maka penerapannya akan diatur secara fleksibel sesuai kebutuhan daerah. “Kalau memang wajib, tentu akan kami ikuti dan siapkan mekanismenya. Tapi kalau opsional, akan kami sesuaikan dengan kondisi di Kota Batu,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa Pemkot Batu akan melibatkan berbagai pihak dalam proses pengambilan keputusan, termasuk Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) serta instansi terkait, guna mendapatkan formulasi terbaik. “Nanti kita diskusikan dengan MKKS untuk sekolahan. Untuk ASN juga akan kita lihat dulu seberapa urgensinya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menyampaikan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti arahan Wali Kota dengan tetap menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.
“Pemerintah Kota Batu berkomitmen memastikan kebijakan yang diambil tidak mengganggu efektivitas pembelajaran maupun pelayanan publik,” tandasnya. (*)







