KabarBaik.co, Batu – Rencana pembangunan gedung baru DPRD Kota Batu kembali menjadi sorotan publik setelah dokumen Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut ramai beredar di media sosial. Meski proyek pembangunan dipastikan batal direalisasikan, desain gedung yang disusun Pemerintah Kota Batu tetap memicu beragam komentar dari masyarakat.
Perdebatan publik mencuat setelah akun Instagram @skyscrapercity_kotabatu mengunggah visual desain gedung DPRD Kota Batu. Unggahan tersebut langsung dipenuhi tanggapan warganet yang mempertanyakan urgensi pembangunan gedung baru di tengah sejumlah fasilitas publik yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Berdasarkan data yang beredar, penyusunan DED pembangunan Gedung DPRD Kota Batu dilakukan pada tahun anggaran 2024 melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu dengan nilai kontrak sebesar Rp 462.194.681. Tender proyek itu dimenangkan oleh PT Pilarempat Consultan yang beralamat di Jalan Kutisari Selatan 2 Nomor 54, Surabaya.
Sejumlah netizen menilai anggaran pembangunan gedung legislatif seharusnya dapat dialihkan untuk pembenahan fasilitas umum yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat.
Salah satu komentar disampaikan akun @ar*** yang menyoroti kondisi fasilitas publik di Kota Batu, khususnya area bermain anak dan ruang publik ramah lansia yang dinilai mulai mengalami kerusakan.
“Fungsinya apa? Lebih baik untuk memperbaiki fasilitas umum yang ramah anak dan lansia. Kondisi alun-alun banyak yang rusak, playground mulai membahayakan, keramik pecah, pagar dan tanaman juga banyak rusak,” tulisnya dalam kolom komentar.
Komentar serupa disampaikan akun @irm*** yang mengaku jarang melihat aktivitas di gedung DPRD saat ini. Ia mempertanyakan alasan pembangunan gedung baru dengan desain megah apabila pemanfaatannya belum optimal. “Rumah saya dekat gedung DPRD Kota Batu, tetapi setiap lewat terlihat sepi. Jadi untuk apa dibuat semegah itu? Lebih baik anggarannya dialokasikan ke kebutuhan lain,” tulisnya.
Sorotan juga diarahkan pada fasilitas publik lain seperti playground Hutan Kota dan Alun-Alun Kota Batu. Akun @lyn*** meminta pemerintah lebih memprioritaskan pembenahan fasilitas bermain anak serta penambahan ruang menyusui atau nursery room di kawasan publik tersebut.
“Playground Hutan Kota dan Alun-Alun tolong dibenahi terlebih dahulu, termasuk penambahan nursery room di dua tempat itu,” tulisnya.
Selain persoalan urgensi pembangunan, sebagian warganet juga menyoroti konsep keterbukaan gedung DPRD apabila suatu saat proyek tersebut kembali diwacanakan. Akun @ern*** berharap gedung legislatif nantinya mengusung konsep terbuka dan ramah masyarakat seperti Balai Kota Among Tani.
“Memantau, apakah ada pagarnya ini? atau nanti konsepnya akan jadi open public. Semoga nanti ada penjelasan konkret dari bapak/ibu DPRD selain desainnya yang kolonial,” tulisnya.
Viralnya desain gedung DPRD Kota Batu tersebut menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah. Warganet berharap pemerintah lebih mengutamakan pembangunan fasilitas publik yang dinilai bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga sehari-hari. (*)






