KabarBaik.co, Banyuwangi – Seorang perempuan melahirkan diatas Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Satria Nusantara dalam perjalanan penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (28/2) kemarin.
Setiba di pelabuhan Ketapang, ibu dan bayinya langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
General Manager ASDP Ketapang Arief Eko Kurniansjah, setelah menerima informasi ASDP menyiapkan ambulans. Saat kapal sandar ibu dan bayi bisa segera dievakuasi.
“Kemarin bersama tim kesehatan, langsung kami evakuasi ibu dan bayi menuju fasilitas pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan dan tindakan lebih lanjut,” ujar Arief, Minggu (1/3).
Menurut informasi perempuan yang melahirkan di kapal bernama Sumarsih, 38 tahun beralamat di Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Jember. Bayi yang dilahirkannya berjenis kelamin laki-laki.
Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) Tanjung Wangi Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Probolinggo dr. Nungki Najfaris Alami, mengaku menerima informasi kelahiran bayi di kapal dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Petugas kemudian segera melakukan upaya pertolongan ketika kapal sandar di dermaga.
“Untuk petugas yang melaksanakan penanganan kegawatdaruratan kemarin ada satu dokter, dua perawat dan 1 sanitarian,” ujar Nungky.
Penanganan dimulai dengan pemotongan tali pusar bayi. Kemudian dilakukan penanganan agar kondisi bayi tetap hangat dan stabil.
Sementara itu, sang ibu dilarikan ke klinik bersalin terdekat di Pelabuhan Ketapang untuk mengeluarkan plasenta yang masih tertinggal di dalam kandungan.
“Kami larikan ke klinik persalinan di sekitar Pelabuhan Ketapang agar mendapatkan penanganan lebih cepat,” ujarnya.
Setelah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis, kini ibu dan bayi yang dinamai Satria Nusantara Ramadhani tersebut telah diizinkan pulang.
Terkait insiden tersebut, Nungky mengimbau calon penumpang, khususnya ibu hamil dengan usia kehamilan di atas 36 minggu, untuk menunda perjalanan.
“Perlu pemeriksaan kesehatan rutin juga hntuk memastikan kehamilannya dalam kondisi baik,” ujarnya.
Ia juga mengimbau penumpang secara umum untuk menjaga kondisi kesehatan, mencukupi kebutuhan cairan dan gizi, serta melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan perjalanan.
“Jika butuh obat di atas kapal bisa menghubungi ABK kapal, dan kami juga standby 24 jam di Pelabuhan Ketapang,” tandasnya.(*)







