Warga Blitar Tolak Penutupan Jalur Bendungan Lahor, Bupati Kirim Surat ke PJT I

oleh -163 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 26 at 3.17.08 PM 1
Jalur Wisata Lahor (Ist)

KabarBaik.co, Malang – Rencana Perum Jasa Tirta (PJT) I menutup akses kendaraan roda empat atau lebih di jalur Bendungan Lahor, Karangkates, mulai 1 Agustus 2026, menuai penolakan dari warga Kabupaten Blitar. Jalur yang menghubungkan Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, dengan Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang itu dinilai menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat.

Penolakan mengemuka dalam pertemuan warga Desa Olak Alen, Kecamatan Selorejo, hari ini, Kamis (30/7), dan warga desa lain yang terdampak. Warga menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut karena selama puluhan tahun jalur Bendungan Lahor menjadi jalan alternatif utama menuju Malang maupun sebaliknya.

Kepala Desa Olak Alen, Syaifudin Zuhri, mengatakan masyarakat hingga kini masih berkumpul untuk membahas langkah penolakan terhadap rencana penutupan akses tersebut.

“Yang jelas, di sini kami menolak keras atas penutupan jalur jembatan penghubung di Bendungan Karangkates,” tegas Syaifudin saat dihubungi melalui telepon, Kamis (30/7).

Menurutnya, penolakan itu juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Blitar. Bahkan, Bupati Blitar disebut telah mengirimkan surat resmi kepada PJT I agar kebijakan tersebut dipertimbangkan kembali.

“Bupati Blitar tidak setuju atas penutupan jalur itu, dan Bupati juga sudah kirim surat ke pihak PJT I,” ujarnya.

Bahkan, Syaifudin juga menyebut tidak ada perwakilan PJT I yang hadir dalam forum bersama warga. “PJT takut, makanya tidak hadir,” tandasnya.

Rencana penutupan akses ini memunculkan kekhawatiran masyarakat karena jalur Bendungan Lahor selama ini menjadi penghubung penting bagi aktivitas sehari-hari. Warga mengandalkan jalur tersebut untuk bekerja, bersekolah, hingga menjalankan kegiatan ekonomi.

Apabila akses ditutup, masyarakat diperkirakan harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh. Kondisi itu dinilai akan menambah waktu tempuh sekaligus meningkatkan biaya transportasi bagi warga yang setiap hari melintasi kawasan bendungan.

Selama puluhan tahun sejak bendungan dibangun pada 1977, jalur Bendungan Lahor menjadi pilihan favorit pengguna jalan karena mampu memangkas perjalanan antara Blitar dan Malang. Selain lebih cepat, jalur ini juga menjadi alternatif untuk menghindari ruas jalan nasional di perbatasan kedua daerah yang berkelok serta dipenuhi tanjakan dan turunan.

Di sisi lain, pembahasan mengenai penutupan akses masih terus dilakukan oleh pemerintah, pengelola bendungan, dan instansi terkait. Salah satu alasan yang mendasari rencana tersebut adalah aspek keselamatan, mengingat kawasan bendungan merupakan objek vital yang memerlukan pengawasan dan perlindungan khusus agar fungsi infrastrukturnya tetap terjaga.

Warga berharap pemerintah bersama PJT I dapat mencari solusi yang mengakomodasi kepentingan masyarakat tanpa mengabaikan aspek keamanan bendungan, sehingga akses yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga di perbatasan Blitar dan Malang tetap dapat dimanfaatkan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.