KabarBaik.co- Dalam beberapa pekan terakhir, banyak dari kaum ibu-ibu mengeluhkan harga beras. Maklum, harga salah satu kebutuhan pokok itu dianggap sudah di luar kewajaran. Padahal, selama ini Jatim merupakan salah daerah lumbung padi nasional. Nyatanya, status itu tak membawa pengaruh pada harga beras di pasaran.
‘’Beras dalam kemasan 5 kilogram harganya hampir Rp 75 ribuan. Berarti per kilogram seharga Rp 15 ribu. Normalnya kan dalam kisaran Rp 12 ribuan per kilogram,’’ ujar sejumlah ibu di pasar wilayah Gresik, Kamis (8/8).
Dilansir dari laman Siskaperbapo Jatim, per 8 Agustus 2024, harga rata-rata beras premium di Jawa Timur sebesar Rp 14.241 per kilogram. Sedangakan beras medium rata-rata seharga Rp 12.106 per kilogram. Angka tersebut sudah cukup jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2023, HET untuk beras premium di Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan) adalah sebesar Rp 13.900 per kilogram. Adapayn HET yntuk beras medium Rp 10.900 per kilogram.
Ketentuan HET beras secara nasional silakan klik di sini.
Mengacu ketentuan tersebut, pemerintah mesti melakukan upaya-upaya untuk menstabilkan harga beras. Terlebih, tidak hanya beras, beberapa kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan. Salah satu di antaranya cabe.
Tentu, melambungnya harga kebutuhan pokok itu membuat beban rakyat makin berat di tengah kenaikan-kenaikan kebutuhana lainnya, pajak, dan lainnya. (*)






