KabarBaik.co, Pasuruan – Masyarakat adat Suku Tengger kembali menggelar rangkaian upacara adat tahunan Yadnya Karo Sodoran yang bertepatan pada hari bulan purnama di bulan Karo.
Perayaan tradisi sakral ini diselenggarakan rutin setiap satu tahun sekali sebagai wujud rasa bakti yang mendalam kepada leluhur serta Sang Pencipta.
Rangkaian ritual adat dimulai dengan prosesi Resik Dhanyang Banyu, Nurunien, hingga Pencucian Jimat Kelontong pada hari pertama penyeleggaraan.
Acara kemudian dilanjutkan pada esok harinya sejak pukul 04.00 WIB melalui upacara Mbelaraki yang dipimpin oleh para sesepuh adat setempat.
“Acara ini dilaksanakan setiap tahun sekali di setiap bulan Karo, tepat pada purnama, tujuannya adalah menghormati leluhur yang sudah ngaluhur serta wujud rasa bakti kepada Sang Pencipta,” ujar Ketua Paruman Dukun Pandita Tengger Brang Kulon, Romo Eko Warnoto.
Romo Eko menceritakan, Upacara Karo ini adalah upacara sangkan paraning asal-usul terjadinya manusia yang digambarkan melalui Tari Sodor.
Pertunjukan Tari Sodor dibawakan secara bergantian oleh 13 kelompok penari yang berasal dari 11 desa di wilayah kawasan Tengger. Setelah pementasan Tari Sodor selesai dilaksanakan, prosesi adat diteruskan dengan ritual Puja Stuti Jimat Kelontong sebelum jimat disimpan kembali ke tempatnya.
“Ritual upacara Resik Dhanyang Banyu itu tujuannya supaya sinkronisasi antara alam semesta ini dengan isinya, termasuk diri manusia. Kalau alam ini bersih, yang jelas vibrasi kesucian alam ini akan berdampak positif juga kepada manusia,” jelas Romo
Pelaksanaan Yadnya Karo ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Tengger dalam merawat harmoni antara manusia, alam sekitar, dan nilai-nilai spiritual.
“Pesan kami selaku sesepuh Tengger yang terpenting bagi generasi muda adalah ingatlah pada asal-usul dan jati diri, jangan sampai meninggalkan asal-usulnya,” pungkasnya.
Upacara adat Yadnya Karo di kawasan Tengger ini terus menjadi daya tarik spiritual dan budaya yang memperkuat identitas masyarakat lokal. Melalui bimbingan para pandita dan dukungan generasi muda, kelestarian adat istiadat leluhur Suku Tengger di Pasuruan dipastikan tetap terjaga dengan lestari.






