KabarBaik.co, Banyuwangi – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengajak pondok pesantren kembali menghidupkan budaya ketahanan pangan di lingkungan pesantren. Hal itu disampaikan Zulhas saat berkunjung ke Pondok Pesantren Pondok Pesantren Ibnu Sina, Kecamatan Genteng, Banyuwangi Kamis (14/5).
Dalam kunjungannya, Zulhas bertemu para kiai dan santri dalam Sarasehan Penguatan Ketahanan Pangan bertema “Meningkatkan Peran Serta Pesantren dalam Membangun Kemandirian Pangan”.
Menurut Zulhas, pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun kemandirian pangan karena sejak lama kehidupan pesantren dan masyarakat desa sangat dekat dengan pertanian, penyimpanan hasil panen, zakat pangan, hingga ekonomi kerakyatan.
“Tradisi seperti ini harus dihidupkan lagi. Desa jangan hanya jadi tempat produksi, tapi juga pusat kesejahteraan masyarakat,” kata Zulhas.
Ia menyebut swasembada pangan bukan sekadar urusan produksi bahan pangan, tetapi juga menyangkut kehormatan bangsa dan kesejahteraan masyarakat desa. Sebab sektor pangan berkaitan langsung dengan kehidupan jutaan petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha kecil di pedesaan.
Menurutnya, pemerintah saat ini tengah memperkuat berbagai kebijakan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satunya dengan memangkas aturan distribusi pupuk dari 145 regulasi menjadi tiga aturan agar penyaluran lebih sederhana dan tepat sasaran.
“Serapan pupuk meningkat dari sekitar 6 juta ton menjadi 9,5 juta ton. Produksi padi nasional juga naik sekitar 8 persen,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat penyerapan gabah melalui Bulog, membentuk Koperasi Desa Merah Putih, hingga memperluas akses pembiayaan murah bagi masyarakat desa.
“Saya berharap pesantren dapat ikut mengambil peran dalam membangun ketahanan pangan dan memperkuat ekonomi desa agar masyarakat memiliki daya tawar lebih baik dan mandiri secara ekonomi,” tandasnya.








