Zulkifli Hasan Dorong Banyuwangi Hijau Jadi Percontohan Nasional Pengelolaan Sampah

oleh -102 Dilihat
Zulhas saat mengunjungi TPS3R Balak
Zulhas saat mengunjungi TPS3R Balak

KabarBaik.co, Banyuwangi – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong Program Banyuwangi Hijau menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan ekonomi sirkular.

Hal itu disampaikan Zulkifli saat mengunjungi TPS 3R Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Kamis (20/8) lalu. Dalam kunjungan tersebut, dia juga menyaksikan serah terima aset pendukung pengelolaan persampahan.

“Jadi, Banyuwangi ini termasuk yang pengolahan sampahnya terbaik. Maka dari itu, banyak penyerahan bantuan dari berbagai pihak, termasuk Austria, Norwegia, dan United Arab Emirates (UAE), karena dianggap pengelolaan sampahnya termasuk yang bagus,” ujar Zulkifli.

Program Banyuwangi Hijau telah dikembangkan sejak 2018 melalui Project STOP di Kecamatan Muncar. Program tersebut kemudian diperluas dengan dukungan mitra internasional, termasuk Austria, Norwegia, dan UAE.

Pada fase ketiga yang dimulai 2024, dukungan UAE diarahkan untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Mulai edukasi masyarakat, pemilahan sampah dari sumber, penyediaan sarana, pengangkutan sampah terpilah, hingga pengolahan untuk mengurangi residu.

Penguatan layanan persampahan juga ditandai dengan penyerahan 44 kendaraan. Armada tersebut terdiri dari 21 tricycle, 16 pick-up, 2 armroll truck, dan 5 container truck untuk mendukung pengumpulan dan pengangkutan sampah dari rumah warga menuju fasilitas pengolahan.

Sementara itu, TPST Balak yang dibangun pada fase sebelumnya memiliki kapasitas pengolahan hingga 80 ton sampah per hari.

Zulkifli menilai model Banyuwangi Hijau yang mengandalkan peran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah dapat diterapkan di daerah dengan timbulan sampah kecil hingga menengah.

Untuk kota dengan timbulan sampah lebih besar, pemerintah mendorong penggunaan teknologi pengolahan berskala tinggi, termasuk Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) bagi daerah dengan timbulan di atas 1.000 ton per hari.

Pemkab Banyuwangi sendiri menargetkan cakupan layanan persampahan mencapai 100 persen pada 2028 atau lebih cepat. Program Banyuwangi Hijau diharapkan menjadi salah satu model pengelolaan sampah nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.