KabarBaik.co – Aksi solidaritas digelar oleh sekelompok pemuda yang mengatasnamanakan dirinya Aliansi Sekartaji yang dipicu tindakan represif oknum polisi saat unjuk rada mengawal putusan MK di depan Gedung DPRD Kota Kediri, 23 Agustus lalu.
Pantauan KabarBaik.co, terlihat puluhan muda mudi kompak berpakaian serba hitam berdiri menyuarakan aspirasinya secara lantang di hadapan anggota Polres Kediri Kota.
Massa juga membawa secarik kertas berisikan foto yang memperlihatkan luka pada demonstran. Luka-luka itu diduga akibat ulah kebrutalan yang dilakukan oknum polisi saat aksi demonstrasi.
Salah satu tulisannya ialah “kawan kami ditangkap dan diseret paksa, mereka membawa senjata dan melakukan kekerasan kepada kita”.
Tri, Koordinator Lapangan aliansi mengatakan korban kekerasan yang terdata sekitar 16 dengan luka berat dan tengah dilakukan penanganan di rumah sakit terdekat itu sekitar 6-8 orang. Kabar baiknya kondisi demonstran saat ini sudah stabil.
Tabur bunga juga dilakukan secara simbolik yang menandakan bila kepolisian sebagai penegak hukum ternyata tidak memberikan citra semestinya sebagai penegak hukum.
Langkah kedepan akan dilakukan koordinasi dengan LPH untuk melakukan upaya melalui jalur hukum yang ditujukan kepada Polres Kediri Kota.
Ditempat yang sama, Kabag Ops Polres Kediri Kota AKBP Abraham Sissik menyampaikan pesan moralitas untuk sama sama berbenah.
Menurutnya, aksi pembubaran demonstran di DPRD Kota Kediri saat magrib itu ialah keputusan yang tepat sebab sebelumnya saat penyampaian aspirasi terjadi aksi lempar botol kepada sejumlah aparat dan anggota dewan.
“Kalau ada gesekan itu biasa, saya pikir kejadian kemarin adalah keputusan terbaik mendorong massa mundur. Yang jelas sesuai SOP tidak boleh memukul, menganiaya, tidak boleh bawa senjata api,” pungkasnya. (*)






