KabarBaik.co – Fase Golden Time telah Usai di hari ke lima evakuasi korban ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Pencarian hari ini kembali mencatat perkembangan signifikan di hari ke lima.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi dua lagi korban. Sehingga total korban tewas bertambah menjadi sembilan orang. Sebelumnya pada Jumat (3/10) telah ditemukan dua korban pada pukul 07.30 WIB dan 07.36 WIB
Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Sigit menjelaskan bahwa korban ketiga ditemukan pada pukul 10.17 WIB dan yang ke empat ditemukan pada pukul 11.34 WIB.
“Mereka berada di area tempat wudu, tertimpa material beton yang cukup besar dan yang satu baru saja dikeluarkan jadi total korban yang di temukan saat ini ada 4 Setelah dikeluarkan, korban langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” ungkap Nanang.
Ia menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil dari pencarian intensif di titik 15, salah satu sektor yang sejak awal dipetakan sebagai lokasi paling rawan.
“Salah satu korban memang diperkirakan berada di titik tersebut, dan alhamdulillah bisa segera ditemukan,” tegasnya.
Di sisi lain, Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S., M.Tr.Opsla, menuturkan bahwa pembersihan puing-puing besar di area musala kemungkinan akan dilakukan pada sore hingga malam hari.
“Kami harus bergerak hati-hati dan tetap berkoordinasi dengan seluruh tim. Tidak bisa serta-merta mengangkat semua material sekaligus. Prioritas utama adalah membuka akses agar proses evakuasi korban lain bisa berlangsung lebih cepat dan aman,” jelas Bramantyo.
Hingga kini, ratusan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan masih bekerja tanpa mengenal lelah. Dukungan penuh dari keluarga santri serta masyarakat sekitar terus mengalir di lokasi.
“Harapan besar kami tetap sama, semoga korban yang masih tertimbun segera ditemukan dan bisa diselamatkan,” pungkas Nanang.(*)
1. Maulana Alfan Ibrahimavic, 15, warga Bangkalan domisili Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabaya
2. Mochammad Mashudulhaq, 14, warga Kalikendal, Dukuh Pakis, Surabaya
3. Muhammad Soleh, 22, warga Tanjung Pandan, Bangka Belitung
4. Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas, 17, warga Putat Jaya, Surabaya
5. Moch. Agus Ubaidillah, 14, warga Gresik Gadukan, Morokrembangan, Surabaya
6. Mr X
7. Mr X
8. Mr X
9. Mr X (*)








