KabarBaik.co, Sidoarjo– Suasana kampung yang semula tenang mendadak ricuh saat teriakan minta tolong memecah keheningan. Warga berlarian keluar rumah, mengejar dua pria maling motor yang tepergok berusaha menggondol sepeda motor milik warga.
Aksi curanmor itu terjadi di Desa Kesambi, Porong, Sidoarjo, Selasa (21/4) petang. Dua pelaku yakni HM, 27, residivis asal Kraton, Pasuruan, dan RZ, 31, warga Kejayan, Pasuruan, panik saat aksinya dipergoki, hingga nekat mengancam warga menggunakan celurit dan benda menyerupai senjata api.
Kapolsek Porong Kompol Madya Wiraaji Kusuma membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut salah satu pelaku merupakan residivis dan keduanya kini telah diamankan.
“Benar, ada dua pelaku curanmor yang diamankan warga saat beraksi di Desa Kesambi. Salah satu pelaku merupakan residivis. Keduanya sempat mengancam warga dengan celurit dan benda menyerupai senpi jenis airsoft gun,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/4).
Peristiwa bermula sekitar pukul 18.00 WIB saat sepeda motor milik korban, Miftahul, 23, terparkir di depan rumah dalam kondisi terkunci. Istri korban yang mengetahui motornya hendak dibawa kabur langsung berteriak, memancing perhatian warga sekitar.
Pelaku yang terdesak sempat mengayunkan celurit untuk membuka jalan kabur. Namun warga yang geram langsung mengepung dan menangkap keduanya hingga menjadi sasaran amukan massa.
“Anggota kami yang sedang patroli segera datang ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mengevakuasi pelaku,” tambahnya.
Dari hasil penyelidikan awal, HM dan RZ diketahui bukan pemain baru. Sebelum beraksi di Porong, keduanya sempat melakukan pencurian di wilayah Pungging, Mojokerto, dan berhasil membawa kabur satu unit sepeda motor.
“Jadi sebelum ke Kesambi, pelaku ini sudah melakukan pencurian di Mojokerto dan berhasil,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, kedua pelaku mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Porong untuk mendapatkan perawatan medis.
Insiden ini juga berdampak pada warga lain. Seorang balita berusia sekitar satu tahun dilaporkan terjatuh saat ibunya ikut mengejar pelaku dan sempat mendapatkan penanganan di RSUD Sidoarjo.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mendalami kemungkinan keterlibatan kedua pelaku dalam jaringan curanmor di wilayah Jawa Timur. (*)








