KabarBaik.co, Surabaya – Ribuan pesilat PSHT dari sejumlah wilayah di Jatim memadati halaman depan Mapolrestabes Surabaya. Aksi damai ini digelar sebagai bentuk keprihatinan sekaligus tuntutan agar kasus pembacokan terhadap dua petugas valet, Feri, 25, dan Didik, 28, oleh sekelompok debt collector segera ditangani secara tegas dan tuntas.
Massa mulai berdatangan menggunakan motor sejak pukul 14.30 WIB. Mereka tampak kompak mengenakan seragam organisasi serta membawa bendera komunitas, bergerak tertib tanpa menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan lain.
Dalam orasinya, Komando Arush Bawah PSHT Jawa Timur, Bondan, menegaskan bahwa kehadiran mereka murni untuk menyuarakan keadilan dan kepastian hukum. Ia menegaskan seluruh elemen PSHT sangat mencintai perdamaian dan menolak segala bentuk tindakan anarkis.
“Kami buktikan bahwa arush bawah PSHT adalah masyarakat yang cinta damai dan taat aturan. Namun kami tidak bisa diam melihat peristiwa kekerasan yang menimpa saudara kita Feri dan Didik. Kami mendesak aparat penegak hukum mengusut perkara ini secara objektif, transparan, dan memberikan kepastian hukum kepada seluruh masyarakat,” tegas Bondan di hadapan ribuan peserta aksi, Jumat (31/7).
Setelah menyampaikan tuntutan dan aspirasi massa, Bondan bersama sejumlah perwakilan PSHT masuk ke dalam lingkungan Mapolrestabes Surabaya guna menemui Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan. Pertemuan tersebut bertujuan menyampaikan secara resmi harapan organisasi agar proses hukum berjalan cepat dan tidak ada satu pun pihak yang luput dari tanggung jawab.
Aksi berlangsung tertib dan kondusif dengan pengawasan ketat dari petugas kepolisian. Massa berharap keadilan segera ditegakkan sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali dan masyarakat dapat merasakan keamanan serta perlindungan hukum yang nyata. (*)








