23 Juni Hari Janda Internasional: Mengangkat Suara Perempuan yang Kerap Terlupakan

oleh -209 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 23 at 8.02.59 AM
Hari Janda Internasional

KabarBaik.co – 23 Juni diperingati sebagai Hari Janda Internasional (International Widows’ Day), sebuah momentum global yang bertujuan meningkatkan kesadaran dunia terhadap berbagai tantangan yang dihadapi jutaan perempuan yang kehilangan pasangan hidupnya. Peringatan ini diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan diperingati setiap tahun sejak 2011.

Di berbagai belahan dunia, menjadi janda bukan hanya berarti menghadapi kehilangan orang yang dicintai. Banyak perempuan harus berjuang melawan tekanan ekonomi, diskriminasi sosial, hingga keterbatasan akses terhadap hak-hak dasar seperti warisan, perlindungan sosial, pendidikan, dan pekerjaan. PBB menetapkan Hari Janda Internasional untuk memastikan suara serta pengalaman mereka mendapat perhatian yang layak dari pemerintah maupun masyarakat.

Menurut berbagai laporan internasional, jutaan janda di dunia masih hidup dalam kondisi rentan. Tidak sedikit yang menjadi tulang punggung keluarga setelah kehilangan pasangan, sambil tetap menghadapi stigma sosial yang menghambat kesempatan mereka untuk hidup mandiri dan sejahtera. Situasi tersebut semakin berat bagi mereka yang tinggal di wilayah konflik, kemiskinan ekstrem, atau memiliki akses terbatas terhadap layanan publik.

Peringatan Hari Janda Internasional juga menjadi pengingat bahwa pemberdayaan perempuan harus mencakup kelompok yang sering luput dari perhatian. Dukungan berupa akses pekerjaan, pendidikan, bantuan hukum, hingga perlindungan sosial dinilai penting untuk membantu para janda membangun kembali kehidupan mereka dan masa depan anak-anak yang menjadi tanggungannya.

Di Indonesia, peringatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap perempuan kepala keluarga yang berjuang memenuhi kebutuhan rumah tangga setelah kehilangan pasangan. Selain penghormatan atas ketangguhan mereka, masyarakat juga diajak untuk menghapus stigma negatif yang masih melekat pada status janda dan menggantinya dengan dukungan nyata yang mendorong kemandirian serta kesejahteraan.

Hari Janda Internasional bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan seruan global agar tidak ada perempuan yang merasa sendirian setelah kehilangan pasangan hidupnya. Di balik setiap kisah duka, terdapat perjuangan, ketabahan, dan harapan yang layak mendapat perhatian dunia. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.