3 Hari Arus Balik, 8.614 Penumpang Padati Stasiun Bojonegoro

oleh -322 Dilihat
IMG 20250404 WA0008 1

KabarBaik.co – Stasiun Bojonegoro mengalami peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan selama tiga hari masa arus balik Lebaran 2025. Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya, lonjakan ini terjadi seiring dengan kembalinya masyarakat ke kota-kota besar setelah merayakan Idul Fitri di kampung halaman.

Dalam tiga hari masa arus balik, Stasiun Bojonegoro melayani 8.614 penumpang, terdiri dari 5.033 naik dan 3.581 turun. Rinciannya adalah pada 2 April sebanyak 1.656 naik, dan 1.311 turun. Pada 3 April sebanyak 1.813 naik dan 1.217 turun, sementara pada 4 April sebanyak 1.564 naik, dan 1.053 turun.

Dalam periode arus balik, mayoritas penumpang yang kembali menuju berbagai destinasi seperti Jakarta, Semarang, Surabaya. Sedangkan kereta api jarak jauh paling diburu penumpang adalah yaitu KA Airlangga, KA Ambarawa, KA Kertajaya dan KA Jayabaya.

Manajer Humas KAI Daop 8, Luqman Arif mengatakan, kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam perjalanan mudik dan arus balik pada masa angkutan Lebaran 2025. Beberapa faktor utama yang membuat masyarakat semakin mengandalkan mode transportasi ini karena aman, nyaman dan tepat Waktu.

“Kereta api menjadi pilihan utama karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat Waktu,” ujar Luqman, Jum’mat (4/4).

Luqman mengimbau kepada para penumpang yang akan menggunakan kereta api untuk memperhatikan kembali barang bawaan mereka. “Setiap penumpang diperbolehkan membawa barang hingga 20 kg atau volume 100 dm³ (dimensi maksimal 70x48x30 cm) tanpa biaya tambahan per penumpang. Barang bisa ditempatkan di rak bagasi kereta,” jelasnya.

Selain itu, Luqman juga mengimbau pelanggan memastikan barang bawaan sesuai ketentuan. Jika melebihi batas, penumpang dapat menggunakan layanan ekspedisi di stasiun untuk menjaga kenyamanan perjalanan. Jika saat boarding di stasiun pelanggan diketahui membawa bagasi yang melebihi ketentuan, maka akan dikenai biaya tambahan.

“Tarif yang berlaku adalah Rp 10.000 per kg untuk kelas eksekutif, Rp 6.000 per kg untuk kelas bisnis, dan Rp 2.000 per kg untuk kelas ekonomi,” jelas Luqman.

Selain itu, KAI melarang barang tertentu demi keamanan, seperti narkotika, bahan mudah terbakar, senjata tajam atau api tanpa izin, hewan peliharaan, serta barang berbau menyengat yang dapat mengganggu penumpang lain. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.