30 Ibu Hamil Risiko Sangat Tinggi, Dinkes Kota Blitar Pantau Setiap Hari

oleh -103 Dilihat
IMG 20260816 WA0028
Ilustrasi ibu hamil. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar memperketat pemantauan terhadap ibu hamil yang masuk kategori risiko sangat tinggi. Hingga awal Agustus 2026, tercatat 30 ibu hamil dalam kategori tersebut dan mendapatkan pengawasan lebih intensif dari petugas kesehatan.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Blitar, Endang Purwoko mengatakan, jumlah ibu hamil yang masih menjalani kehamilan saat ini mencapai 456 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 100 orang masuk kategori risiko tinggi, sedangkan 30 lainnya tergolong risiko sangat tinggi.

“Yang keadaan hamil hingga saat ini tercatat ada 456 orang. Yang masuk kategori risiko tinggi sekitar 100 ibu hamil. Selain itu, ada 30 ibu hamil yang terdeteksi risiko sangat tinggi,” ujar Endang, Minggu (16/8).

Menurut Endang, kategori risiko kehamilan tidak hanya ditentukan berdasarkan usia ibu. Kondisi medis yang menyertai kehamilan, seperti hipertensi dan penyakit jantung, juga menjadi salah satu faktor yang membuat kehamilan masuk kategori risiko tinggi.

Bahkan, kondisi tersebut terkadang baru diketahui setelah ibu hamil menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Tekanan darah yang sebelumnya normal dapat mengalami peningkatan ketika ibu berada di rumah sakit karena rasa cemas atau stres.

“Dikatakan masuk risiko tinggi itu karena ada penyakit penyerta seperti jantung dan hipertensi. Bahkan, ada kalanya penyakit itu baru terdeteksi setelah ibu masuk rumah sakit,” jelasnya.

Untuk kelompok risiko sangat tinggi, pemantauan dilakukan lebih intensif. Informasi kondisi ibu hamil dilaporkan secara berjenjang mulai dari kader posyandu kepada bidan wilayah. Dalam kondisi tertentu, pemantauan bahkan dilakukan setiap hari.

“Yang terdeteksi risiko sangat tinggi akan dipantau secara intensif, bahkan setiap hari, dengan laporan kader posyandu kepada bidan wilayah,” kata Endang.

Data Dinkes mencatat, sepanjang Januari hingga awal Agustus 2026 terdapat 735 ibu hamil. Sekitar 300 di antaranya telah menjalani persalinan. Sementara dari ibu hamil yang masih menjalani kehamilan, 326 orang berada dalam kategori risiko rendah.

Dinkes juga memperkuat pencegahan melalui layanan Ante Natal Care (ANC) terpadu di puskesmas. Pemeriksaan melibatkan dokter untuk mendeteksi kelainan sedini mungkin sehingga proses rujukan ke rumah sakit dapat dilakukan apabila diperlukan.

Selain itu, terdapat skrining layak hamil bagi calon pengantin untuk mengetahui kondisi kesehatan, usia ideal kehamilan, serta pemenuhan nutrisi. Langkah tersebut diarahkan untuk menekan risiko selama kehamilan, termasuk Kurang Energi Kronis (KEK).

Endang menambahkan, sepanjang Januari hingga awal Agustus 2026 terdapat satu kasus kematian ibu. Kasus tersebut berada dalam kategori risiko tinggi. Dinkes bersama puskesmas, kader posyandu, serta pihak terkait terus melakukan edukasi mengenai kesehatan ibu dan kehamilan.

“Imbauan kami kepada masyarakat, mari selalu jaga kondisi kehamilan dan kesehatan ibu. Kami di puskesmas terus berupaya memberikan KIE, meski pada akhirnya keputusan tetap berada di tangan masyarakat,” pungkasnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.