KabarBaik.co, Batu – Sebanyak 5.020 personel kepolisian diterjunkan dalam pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan Keselamatan Semeru 2026. Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin Wakapolres Batu, Kompol Anton Widodo, di Lapangan Apel Polres Batu, Kota Batu, Senin (2/2).
Ribuan personel tersebut terdiri dari 395 personel Satgas Polda Jawa Timur dan 4.625 personel Satwil jajaran, yang akan bertugas selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.
Apel gelar pasukan ini menjadi bentuk kesiapan Polri bersama seluruh stakeholder terkait dalam menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Batu.
Sementara itu, Kompol Anton Widodo membacakan amanat Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto. Kapolda menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan momentum strategis untuk melakukan final check terhadap kesiapan personel dalam jumlah besar, sarana prasarana, serta memastikan soliditas dan sinergi lintas sektor.
“Pelibatan personel dalam jumlah besar ini menunjukkan keseriusan Polri dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan masyarakat di jalan raya,” terang Anton, sesuai amanat Kapolda Jawa Timur.
Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi Operasi Keselamatan Semeru 2025, tercatat 531 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban 10 orang meninggal dunia, 51 luka berat, dan 803 luka ringan. Data tersebut menjadi dasar penguatan penggelaran personel pada Operasi Keselamatan Semeru 2026.
Operasi ini mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan represif secara humanis. Pada aspek preemtif, personel akan difokuskan pada edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas. Sementara upaya preventif dilakukan melalui ramp check terpadu, patroli di titik rawan kecelakaan dan kemacetan, serta pemeriksaan kesehatan pengemudi.
Adapun pada upaya represif, ribuan personel akan melakukan penegakan hukum secara selektif terhadap pelanggaran berisiko tinggi, seperti ODOL, melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, dan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, termasuk melalui sistem ETLE.
Usai apel, Wakapolres Batu Kompol Anton Widodo menegaskan kesiapan jajaran Polres Batu dalam mendukung penuh operasi tersebut. “Dengan dukungan ribuan personel yang tergelar di lapangan, kami optimistis Operasi Keselamatan Semeru 2026 dapat berjalan maksimal. Seluruh personel kami minta bertugas secara profesional, humanis, dan mengutamakan keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan operasi sangat bergantung pada kekompakan seluruh unsur yang terlibat. “Ini adalah kerja bersama. Sinergi lintas sektor dan kesiapsiagaan personel menjadi kunci utama keberhasilan operasi,” tandasnya. (*)







