Akibat Siklus La Nina, BPBD Bojonegoro Prediksi Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Lama

oleh -38 Dilihat
WhatsApp Image 2024 06 12 at 12.59.36 scaled
Laela Noer Aeny, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis awal musim kemarau di Kabupaten Bojonegoro yang jatuh pada awal Mei lalu. Diprediksi musim kemarau pada tahun ini akan berlangsung cukup lama jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya akibat siklus La Nina.

Puncak musim kemarau di Kabupaten Bojonegoro diprediksi terjadi pada Juli hingga September mendatang. Hal tersebut diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bojonegoro, Laela Noer Aeny.

”Awal Mei kemarin sudah dinyatakan kemarau sampai dengan September nanti. Sedangkan, puncaknya terjadi antara Juli hingga Agustus,” kata Any, sapaan karib Laela Noer Aeny, Rabu (12/6).

Any menjelaskan, dalam mengantisipasi puncak kemarau, pihaknya akan mengalokasikan sekitar 300 unit drum tangki 500 liter dan 1000 lembar terpal untuk pendistribusian air bersih ke warga yang terdampak kekeringan.

Berdasar data kemarau pada tahun 2023 lalu, lanjut Any, di Kabupaten Bojonegoro terdapat 118 desa di 24 kecamatan yang mengalami kekeringan. Sementara, pada tahun ini kekeringan diprediksi terdapat sekitar 90 desa di 19 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. ”Ini data masuk per tanggal 4 Juni kemarin,” paparnya.

Menurut Any, siklus La Nina memperparah musim kemarau pada tahun ini. Hal tersebut berdampak pada bertambahnya musim kemarau dibandingkan dengan musim-musim kemarau sebelumnya.

Kalaksa BPBD Bojonegoro menghimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan air bersih karena musim kemarau tahun ini berlangsung lebih lama. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.