Akses Bendungan Lahor Blitar Ditutup untuk Mobil, Pendapatan Restribusi Terancam Anjlok

oleh -107 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 26 at 3.17.08 PM 1
Jalur Wisata Lahor (Ist)

KabarBaik.co, Blitar – Rencana penutupan akses kendaraan roda empat di jalur Bendungan Lahor mulai 1 Agustus 2026 diperkirakan berdampak terhadap sektor wisata Kabupaten Blitar. Pemerintah daerah mulai mengkhawatirkan potensi penurunan pendapatan retribusi wisata Ngreco akibat pembatasan akses tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disburapar) Kabupaten Blitar Eko Susanto mengatakan selama ini jalur bendungan menjadi akses favorit wisatawan menuju kawasan wisata karena dinilai lebih cepat dan praktis.

“Kalau akses dibatasi tentu akan berdampak pada kunjungan wisata dan potensi retribusi daerah,” ujarnya, Selasa (26/5)

Menurut Eko, pada tahun lalu pendapatan retribusi wisata Ngreco mencapai sekitar Rp 2,1 miliar dan berhasil memenuhi target pemerintah daerah. Namun tahun ini capaian pendapatan belum bisa dihitung karena retribusi sementara dibebaskan setelah kontrak kerja sama dengan PJT I berakhir pascalebaran.

“Tahun lalu retribusi wisata Ngreco sekitar Rp 2,1 miliar. Tahun ini memang belum terlihat karena setelah kontrak habis sementara dibebaskan,” katanya.

Di tengah rencana pembatasan akses tersebut, Disbudpar sebenarnya sempat menyiapkan modernisasi sistem pembayaran retribusi menggunakan barrier gate dan pembayaran elektronik berbasis e-toll melalui program CSR.

Sistem itu dirancang untuk menekan kebocoran pendapatan karena seluruh transaksi masuk kawasan wisata dapat dipantau secara real time.

“Kami sebelumnya sudah menyiapkan sistem pembayaran elektronik untuk akses wisata Ngreco maupun jalur arah Malang,” jelasnya.

Namun rencana tersebut kini terancam tertunda menyusul kebijakan penutupan akses kendaraan roda empat di atas bendungan. Nantinya wisatawan akan diarahkan melewati jalur bawah, sedangkan kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas dengan sistem berbayar.

“Kami berharap pembahasan kerja sama dengan PJT bisa segera selesai agar sektor wisata tidak semakin terdampak,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.