KabarBaik.co, Pasuruan – Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, mengumpulkan camat, kepala desa (kades) dan kepala dusun (kasun) di tiga wilayah kecamatan rawan kekeringan. Langkah tersebut dilakukan sebagai persiapan menghadapi musim kemarau.
Rusdi yang didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyampaikan langkah yang harus dilakukan saat musim kemarau tiba. Khususnya di Kecamatan Lumbang, Winongan, dan Pasrepan.
“Seluruh warga (di tiga kecamatan itu) jangan sampai kesulitan air bersih. Meski sekarang masih belum masuk musim kemarau, tapi sudah harus siap-siap,” tegas pejabat yang akrab disapa Mas Rusdi itu.
Di hadapan seluruh undangan, Mas Rusdi menegaskan bahwa pemerintah memiliki strategi jangka pendek sampai jangka panjang dalam penanganan kekeringan. Mulai dari distribusi air dengan tangki, dan jangka panjang dengan pembuatan tandon untuk menampung air.
“Kalau jangka pendek sudah pasti dropping air bersih, kalau jangka panjang lebih pada pencarian sumber-sumber air terdekat. Dicari permasalahannya apa dan sekaligus dibangun tandon besar permanen yang bisa difungsikan ketika kekeringan,” terangnya.
Mas Rusdi berharap kerja sama semua pihak untuk membantu pemerintah dalam penanganan bencana kekeringan saat musim kemarau tiba. “Pemerintah tidak dapat berdiri sendiri. Butuh sinergitas dan kolaborasi semua pihak, salah satunya dalam hal penanganan bencana,” harapnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan bahwa ada tiga belas desa rawan kekeringan di musim kemarau. Yakni, 5 desa di Kecamatan Lumbang, 6 desa di Kecamatan Pasrepan, dan 1 desa di Kecamatan Winongan.
“Kalau jumlah penduduk di 13 desa rawan kekeringan mencapai 17 ribu lebih, tapi kalau KK-nya sekitar 6 ribuan rumah,” jelasnya. (*)








