KabarBaik.co – Antrean kendaraan untuk mendapatkan solar masih terlihat mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Bojonegoro. Kondisi ini dipicu keterbatasan kuota solar yang diterima daerah sepanjang tahun ini.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkopum) Bojonegoro, Retno Wulandari, menjelaskan bahwa tahun ini Bojonegoro mendapatkan jatah solar sebanyak 64 ribu kiloliter (KL). Angka tersebut belum mencukupi kebutuhan riil di lapangan yang mencapai 65 ribu KL.
“Berdasar hitungan kami, kebutuhannya 65 ribu KL. Jadi masih kurang dari kuota yang diberikan,” ujar Retno, Jumat (14/11).
Melihat selisih kebutuhan tersebut, Pemkab Bojonegoro mengajukan permohonan penambahan kuota sekitar 1.400 KL. Retno menyebutkan usulan ini dapat dipenuhi jika secara nasional stok kuota solar masih tersedia.
“Secara nasional kalau kuota masih ada, memungkinkan Bojonegoro mendapatkan tambahan. Tetapi kalau tidak ada, ya kembali ke kuota awal,” jelasnya.
Di sisi lain, Retno juga menyinggung soal hasil pemeriksaan laboratorium BBM yang sebelumnya diduga menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kendala mesin atau mbrebet. Ia mengaku belum menerima laporan resmi dari Pertamina terkait hasil uji tersebut.
“Hasil laboratorium sudah keluar, tapi tidak diberikan. Disampaikan sesuai saja,” ungkap mantan Kepala Dinas PUBMPR itu. Pemkab Bojonegoro berharap tambahan kuota dapat segera diberikan agar antrean solar di SPBU tidak terus berlarut dan aktivitas masyarakat maupun sektor usaha bisa kembali berjalan normal. (*)






