KabarBaik.co, Malang – Arema FC resmi meluncurkan jersei yang akan dikenakan di musim depan. Namun jersei itu sudah akan dikenakan di ajang Piala Presiden 2026.
Tak hanya menghadirkan perubahan dari sisi desain, jersei terbaru Arema FC juga membawa makna yang merepresentasikan sejarah klub, karakter tim, hingga identitas Kota Malang. Seluruh elemen, mulai pemilihan warna hingga motif pada kain, dirancang sebagai simbol perjalanan dan semangat baru Arema FC.
Chief Business & Commercial Officer Arema FC Irma Prianti mengatakan jersey merupakan bagian dari identitas klub yang memiliki nilai lebih dari sekadar perlengkapan bertanding.
“Jersey bagi Arema FC bukan sekadar perlengkapan pertandingan. Jersey adalah representasi identitas, kebanggaan, sejarah, sekaligus semangat baru yang ingin kami bawa dalam menyambut musim kompetisi. Momentum Piala Presiden menjadi awal yang tepat untuk memperkenalkan wajah baru Arema FC kepada seluruh Aremania,” ujar Irma, Minggu (26/7).
Untuk jersey kandang, Arema FC tetap mempertahankan warna biru sebagai identitas utama. Namun, kali ini warna tersebut dikemas dalam nuansa biru navy yang terinspirasi dari jersei musim 2008, salah satu era yang masih dikenang Aremania.
Menurut Irma, pemilihan warna navy bukan hanya untuk membangkitkan nostalgia, tetapi juga mencerminkan karakter klub yang semakin matang, kuat, elegan, dan berwibawa tanpa meninggalkan akar sejarahnya.
“Kami tetap mempertahankan biru sebagai identitas utama Arema FC. Kali ini kami menghadirkannya dalam nuansa navy yang lebih kuat dan elegan. Filosofinya adalah bagaimana Arema FC terus tumbuh menjadi klub yang semakin matang tanpa pernah meninggalkan sejarahnya,” jelasnya.
Sementara itu, jersei tandang tampil dengan warna putih tulang (off white) sebagai penyegaran dari warna putih yang selama ini identik dengan Arema FC. Warna tersebut dipilih untuk melambangkan kesederhanaan, ketenangan, serta semangat menjunjung tinggi sportivitas, kerja keras, dan kebersamaan.
Di posisi penjaga gawang, Arema FC menyediakan dua pilihan warna, yakni biru muda dan merah. Biru muda menggambarkan ketenangan, fokus, serta rasa percaya diri, sedangkan merah menjadi simbol keberanian, determinasi, dan semangat pantang menyerah dalam menjaga gawang.
“Penjaga gawang bukan hanya pemain terakhir di lini pertahanan, tetapi juga sosok pemimpin yang harus mampu tetap tenang di bawah tekanan sekaligus berani mengambil keputusan pada momen-momen penting pertandingan,” jelas Irma.
Salah satu ciri khas jersei musim ini adalah penggunaan motif jacquard berbentuk bunga Lotus atau Teratai yang menghiasi seluruh permukaan kain. Motif tersebut dipilih sebagai penghormatan terhadap Kota Malang sekaligus menggambarkan semangat Arema FC yang mampu terus tumbuh, bangkit, dan berkembang di tengah berbagai tantangan.
“Motif Lotus menjadi bentuk penghormatan terhadap identitas Kota Malang. Kami ingin jersey ini tidak hanya membawa nama Arema FC, tetapi juga memperkenalkan simbol dan kebanggaan daerah kepada masyarakat sepak bola Indonesia,” tuturnya.
Melalui peluncuran jersei anyar ini, Arema FC berharap dapat mempererat ikatan emosional dengan Aremania sekaligus menjadi simbol persatuan dalam mengawali perjalanan di Piala Presiden 2026 sebelum berlaga pada kompetisi Super League musim 2026/2027.
“Semoga jersey ini menjadi simbol persatuan, kebanggaan, dan semangat baru Arema FC dalam mengarungi Piala Presiden 2026 sebagai ajang pemanasan sebelum memasuki Super League musim 2026/2027. Kami berharap setiap pemain bangga mengenakannya di lapangan dan seluruh Aremania juga bangga memakainya di mana pun berada,” pungkas Irma. (*)






