ASLI Minta Penambahan Kapal Rute Tanjungwangi-Gilimas

oleh -66 Dilihat
Antrean kendaraan di depan Pelabuhan.
Antrean kendaraan di depan Pelabuhan.

KabarBaik.co, Banyuwangi – Pelaku usaha transportasi dan sopir truk logistik lintas Jawa-Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluhkan keterlambatan distribusi barang akibat terbatasnya armada kapal penyeberangan di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi menuju Gili Mas, Lombok.

Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) menilai persoalan tersebut membuat kendaraan logistik harus menunggu berhari-hari untuk mendapatkan giliran menyeberang. Bahkan, sejumlah sopir disebut harus tertahan hingga empat sampai lima hari.

Pembina ASLI, Slamet Barokah, mengatakan kondisi tersebut menimbulkan kerugian besar bagi para sopir, transporter, hingga masyarakat yang menunggu distribusi barang.

“Di situ empat sampai lima hari nunggu. Kerugian jelas sangat besar dan bisa dikalkulasi sendiri. Kerugian besar harus ditanggung oleh kami, pelaku transporter, dan utamanya masyarakat yang menanti barangnya tiba,” kata Slamet, Selasa (23/6).

Menurutnya, ASLI masih enggan beralih ke Pelabuhan Jangkar Situbondo karena dinilai belum mampu menjadi solusi pengiriman logistik menuju NTB. Para sopir tetap memilih jalur Tanjungwangi-Gili Mas meski harus menghadapi antrean panjang.

Slamet menyebut, pengalihan rute komersial jarak jauh (LDF) Ketapang-Lembar ke Pelabuhan Jangkar belum berjalan optimal. Dari awalnya terdapat enam kapal yang melayani rute tersebut, kini hanya tersisa satu kapal akibat minimnya peminat.

“Kami berharap otoritas terkait membuka kembali peluang dan mengevaluasi operasional rute Ketapang-Lembar yang dulu menjadi jalur primadona karena lebih efisien dan siap dari sisi infrastruktur,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap hari terdapat sekitar 100 hingga 200 kendaraan yang mengantre untuk diseberangkan ke NTB. Mayoritas kendaraan tersebut merupakan truk besar pembawa kebutuhan pokok.

Kondisi antrean semakin berat karena meningkatnya volume kendaraan saat musim liburan. Selain truk logistik, kendaraan kecil dan mobil pribadi juga turut memadati kawasan pelabuhan.

“Volume kendaraan setiap hari, bulan, dan tahun terus bertambah. Kalau jumlah armada kapal penyeberangan tidak ikut ditambah, maka persoalan ini akan terus berulang,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.