Asperapi Jatim: Stabilitas Nasional Jadi Kunci Kebangkitan Industri Pameran

oleh -60 Dilihat
IMG 20250902 WA0009
Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Jatim, Yusuf Karim Ungsi.

KabarBaik.co – Gelombang unjuk rasa yang berujung ricuh akhir Agustus lalu tidak hanya berdampak pada sektor perdagangan dan investasi, tetapi juga menghantam keras industri pameran di Jawa Timur.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Jatim, Yusuf Karim Ungsi, mengungkapkan, faktor psikologis pengunjung menjadi persoalan utama yang membuat sejumlah agenda pameran tidak berjalan maksimal.

“Sejak pandemi, penundaan pameran sudah sering terjadi. Tapi yang dikhawatirkan sekarang, jika pameran digelar tanpa pengunjung, hasilnya akan mengecewakan. Bahkan dari survei, hampir 90 persen peserta meminta agar acara diundur,” ujarnya saat dikonfirmasi KabarBaik.co, Selasa (2/9).

Yusuf mencontohkan, pameran otomotif GIIAS 2025 yang digelar di Surabaya sempat ramai pada dua hari pertama. Namun memasuki akhir pekan, isu keamanan akibat demo membuat lonjakan pengunjung tidak terjadi seperti biasanya. “Padahal, Jumat dan Sabtu biasanya menjadi puncak keramaian,” katanya.

Meski mengapresiasi operasi besar-besaran yang dilakukan Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya, TNI, dan Polri, Yusuf menilai kepastian hukum dan rasa aman tetap menjadi faktor krusial. “Kalau warga Surabaya relatif cuek dengan demo, berbeda dengan investor dan buyer internasional. Mereka bisa saja membatalkan kunjungan karena menilai situasi belum stabil,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaku industri pameran juga menghadapi tambahan biaya pengamanan. Sebelumnya, kepolisian menjadi tumpuan utama, kini pelibatan TNI turut menambah beban.

“Ini jadi tanggung jawab pemerintah agar kepercayaan publik kembali pulih. Target kami, dalam sepekan situasi bisa normal, sehingga pemulihan ekonomi dapat ditempuh dalam dua bulan,” tegasnya.

Senada, Ketua Umum DPP Asperapi, Hosea Andreas Runkat, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kerusuhan yang berlangsung 25–31 Agustus lalu. Ia menegaskan Asperapi mendukung kebebasan berpendapat, namun keselamatan dan keutuhan bangsa harus tetap diutamakan.

“Industri pameran sangat terdampak. Banyak event ditunda bahkan dibatalkan. Namun kami percaya, semakin cepat Indonesia kembali aman dan kondusif, semakin cepat pula pemulihan ekonomi terwujud,” ujarnya dari Jakarta.

Hosea menekankan, industri pameran berperan strategis dalam menggerakkan ekonomi. Sektor ini tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga memicu peluang perdagangan, pariwisata, dan investasi. Jika stabilitas tak kunjung tercapai, ekosistem usaha pameran terancam stagnan.

Karena itu, Asperapi mendorong semua pihak menjaga persatuan dan stabilitas nasional. “Indonesia harus tetap dipercaya dunia internasional sebagai destinasi investasi dan perdagangan. Untuk itu, solusi bersama yang menguntungkan semua pihak perlu segera diwujudkan,” kata Hosea.

Di tengah ketidakpastian, pelaku industri berharap pemerintah menggelar kampanye besar-besaran bahwa Surabaya dan kota lain tetap aman dikunjungi. “Intinya, kami ingin pemprov, pemda, dan seluruh stakeholder bersinergi mengampanyekan bahwa Jawa Timur bangkit lebih cepat dan tumbuh lebih kuat,” pungkas Yusuf.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.