Audiensi dengan Forpimda Banyuwangi, Cipayung Plus Ajukan 13 Tuntutan

oleh -394 Dilihat
Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus menggelar audiensi dengan Forkopimda Banyuwangi

KabarBaik.co – Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus menggelar audiensi dengan Forkopimda Banyuwangi, di gedung DPRD Banyuwangi, Rabu (3/9). Audiensi diajukan sebagai respons mahasiswa atas situasi negara yang tengah gaduh.

Oleh karenanya dalam pertemuan yang dihadiri, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Ketua DPRD Banyuwangi, Made Cahyana Negara, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo dan Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, aliansi mahasiswa itu mengajukan 13 tuntutan.

Koordinator mahasiswa Cipayung Plus, Muhammad Haddad Alwi Nasyafiallah merinci tuntutan yang diajukan diantaranya Pengesahan RUU Perampasan Aset, Reformasi Polri dan birokrasi, Menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Kemudian adalah penghapusan tunjangan DPRD Kabupaten Banyuwangi. Mewujudkan reforma agraria, dan mengembalikan Tumpang Pitu ke hutan lindung, dan penghentian wacana eksploitasi Gunung Salakan.

“Selanjutnya kami menuntut pemerintah daerah mendorong pelaku investasi untuk mengoptimalkan kampus lokal dalam setiap program yang dilakukan di wilayah Kabupaten Banyuwangi, baik dalam program beasiswa maupun penelitian,” terangnya.

Tuntutan lainnya adalah reformasi partai politik dan pembatasan oeriodisasi jabatan anggota legislatif, pengesahan RUU dan kebijakan yang pro terhadap rakyat. Kemudahan akses pelayanan masyarakat. Evaluasi aktivitas industrialisasi pesisir pantai dan evaluasi implementasi Perda RT/RW.

Pihaknya juga mendesak pemerintah memulihkan ekonomi masyarakat dengan memenuhi janji penyediaan lapangan kerja, mendukung penuh pertumbuhan UMKM, dan meningkatkan daya beli masyarakat.

“Terakhir kami menuntut agar aparat menjamin tidak adanya tindakan represifitas terhadap pengamanan demonstrasi di Banyuwangi. Serta penghentiaan arogansi dan gaya hedonisme elit politik di atas penderitaan rakyat,” terangnya.

Ketua PC PMII Banyuwangi itu mengaku memilih jalur dialog untuk menyalurkan aspirasi secara terbuka kepada eksekutif dan legislatif karena menilai caea itu adalah sikap intelektual mahasiswa. Mereka ingin tetap kritis namun menjaga stabilitas daerah.

“Sebagai organisasi intelektual, kami Cipayung Plus Banyuwangi bersepakat ini adalah cara-cara intelektual yang kami lakukan, dan semangat kami menjaga Banyuwangi, kabupaten yang kami cintai,” kata Nasya.

Bupati Ipuk mengapresiasi sikap mahasiswa yang lebih memilih jalur dialog.

“Semua ini demi kebaikan Banyuwangi dan masyarakat Banyuwangi. Kami atas nama pemerintah daerah sangat mengapresiasi dan mendukung apa yang diusulkan oleh teman-teman semuanya dari kelompok Cipayung Plus ini,” kata Ipuk.

Dari 13 tuntutan mahasiswa, sebagian bisa langsung dieksekusi di tingkat Banyuwangi. Beberapa usulan berkaitan dengan pendidikan dan pelayanan publik yang telah berjalan sebelumnya.

Sementara Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara mengucapkan terimakasih kepada para mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya dengan cara yang elegan. Dia berjanji akan meneruskan tuntutan mahasiswa ke pemerintah pusat.

“Kami berkomitmen menindaklanjuti tuntutan mahasiswa, mana yang menjadi bagian kewenangan kita di daerah maupun yang harus diteruskan ke pemerintah pusat,” kata Made.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.