Awal Tahun Ajaran Baru, Niat Menabung Konsumen Melemah, Rumah Tangga Berpendapatan Rendah Justru Lebih Optimistis

oleh -109 Dilihat
IMG 20250812 WA0003
Intensitas menabung konsumen melandai, terutama karena pengeluaran untuk pendidikan di awal tahun ajaran baru.

KabarBaik.co – Selama bulan Juli 2025, niat menabung masyarakat mengalami penurunan tipis, seiring meningkatnya pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pendidikan di awal tahun ajaran baru. Meski demikian, rumah tangga berpendapatan rendah justru menunjukkan optimisme terhadap kondisi ekonomi.

Berdasarkan Survei Konsumen Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Indeks Menabung Konsumen (IMK) pada Juli 2025 tercatat di level 82,2, melemah 1,6 poin dibanding bulan sebelumnya. Pelemahan ini sejalan dengan turunnya Indeks Waktu Menabung (IWM) sebesar 4,7 poin menjadi 90,5. Sementara itu, Indeks Intensitas Menabung (IIM) justru naik 1,4 poin ke level 73,8.

Direktur Group Riset LPS, Seto Wardono, menjelaskan, penurunan niat menabung dipengaruhi meningkatnya alokasi belanja rumah tangga untuk biaya sekolah, di tengah pemberian stimulus ekonomi jangka pendek. “Intensitas menabung konsumen melandai, terutama karena pengeluaran untuk pendidikan di awal tahun ajaran baru,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (12/8).

Data menunjukkan, persentase responden yang mengaku tidak pernah menabung turun dari 26,7 persen pada Juni menjadi 24,9 persen di Juli. Sementara itu, responden yang menabung lebih sedikit dari rencana awal juga menurun dari 52,5 persen menjadi 50 persen.

Di sisi waktu menabung, hanya 26,4 persen responden yang menilai Juli 2025 sebagai waktu tepat untuk menabung, turun dari 28,9 persen pada Juni. Persepsi positif terhadap waktu menabung tiga bulan ke depan juga menurun, dari 42,6 persen menjadi 38,6 persen.

Menariknya, peningkatan IMK terlihat pada sebagian kelompok pendapatan. Kenaikan tertinggi terjadi pada rumah tangga berpendapatan hingga Rp 1,5 juta per bulan, naik 9,1 poin secara bulanan. Kelompok pendapatan Rp 1,5 juta–Rp 3 juta juga mengalami kenaikan 3,1 poin.

Hasil survei juga mencatat, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) rumah tangga berpendapatan hingga Rp 1,5 juta per bulan naik 2,3 poin ke level optimis 100,4—tertinggi dibanding kelompok lain. Sementara itu, IKK kelompok berpendapatan Rp 1,5 juta–Rp 3 juta dan Rp 3 juta–Rp 7 juta menurun masing-masing 4,2 poin dan 1,7 poin. Kelompok dengan pendapatan di atas Rp 7 juta tetap bertahan di zona optimis, naik tipis 0,1 poin.

Secara total, IKK Juli 2025 turun 2,5 poin ke level 96,9, mencerminkan persepsi konsumen yang melemah, khususnya terkait kondisi ekonomi lokal dan lapangan kerja saat ini. Meski demikian, optimisme terhadap prospek ekonomi enam bulan ke depan masih terjaga, tercermin dari Indeks Ekspektasi yang tetap di atas 100 meski melemah 1,9 poin.

LPS mengungkapkan, penurunan IKK turut dipengaruhi oleh kenaikan harga kebutuhan pokok, harga pupuk yang masih tinggi, dan anomali iklim yang memengaruhi produksi pangan. Untuk petani padi, pasokan air irigasi relatif aman, namun tanaman hortikultura menghadapi risiko kerusakan akibat kelembapan tinggi.

“Selain itu, beban biaya pendidikan yang meningkat di awal tahun ajaran baru turut mengurangi ruang belanja rumah tangga untuk kebutuhan lain,” kata Seto.

IMK mencerminkan niat dan kemampuan konsumen untuk menabung. Nilai di atas 100 menandakan niat dan kemampuan menabung yang tinggi. IMK disusun dari dua komponen: Indeks Intensitas Menabung (IIM) dan Indeks Waktu Menabung (IWM).

Sementara itu, IKK mengukur persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi, lapangan kerja, dan pendapatan rumah tangga. Nilai di atas 100 menunjukkan optimisme terhadap kondisi ekonomi dan prospeknya dalam enam bulan mendatang.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.