KabarBaik.co – Suara cangkul dan adukan semen terdengar bersahutan di sudut Dusun Banjardowo, Jombang. Sejumlah warga tampak sibuk mengangkat batu kali dan menyiapkan bahan bangunan. Di antara mereka, seorang pria berbaju loreng turut membantu menata pondasi.
Dia adalah Serma M. Sa’idun, Babinsa Koramil 0814-01/Jombang. Siang ini, ia memilih turun langsung ke lapangan, bergotong royong membangun rumah milik Ponadi, 63, warga setempat.
“Kami datang bukan untuk dilihat, tapi untuk benar-benar membantu,” kata Sa’idun saat ditemui di lokasi. Kamis (11/9).
Kehadiran Sa’idun tak hanya menunjukkan kedekatan TNI dengan masyarakat, tetapi juga mempertegas peran Babinsa sebagai ujung tombak sosial di tengah warga. Bagi Sa’idun, kegiatan seperti ini bukan hal baru.
“Sudah biasa ikut karya bakti seperti ini. Komunikasi sosial itu bukan cuma duduk di rapat, tapi hadir langsung di tengah masyarakat. Saat kita ikut turun tangan, masyarakat akan merasa lebih dekat,” jelasnya.
Menurutnya, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan warga bisa mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Ia menilai, sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, jika dilakukan dengan hati, akan terasa besar bagi warga.
“Yang penting bukan seberapa banyak kita bekerja, tapi bagaimana masyarakat merasa kita peduli. Itulah tujuan utama kami,” tambahnya.
Sementara itu, Ponadi, pemilik rumah yang dibangun, mengaku sangat terbantu dengan adanya gotong royong tersebut. Usianya yang tak lagi muda membuat proses pembangunan rumah terasa berat jika harus dilakukan sendiri.
“Saya ini sudah tua, tenaga terbatas. Kalau tidak ada gotong royong dan bantuan dari Babinsa, pasti lebih berat. Saya sangat bersyukur,” ujarnya haru.
Rumah yang dibangun masih dalam tahap awal. Batu kali disusun rapi sebagai pondasi, sementara adukan semen disiapkan bergantian oleh warga. Tak terlihat perbedaan antara tentara dan rakyat semuanya larut dalam semangat kebersamaan.
Gotong royong memang telah menjadi tradisi turun-temurun di Dusun Banjardowo. Namun kehadiran Babinsa dinilai menambah semangat dan kekuatan dalam menjaga nilai kebersamaan.
Bagi masyarakat, kehadiran TNI di tengah kehidupan sehari-hari tidak hanya soal pengamanan wilayah, tapi juga sebagai mitra dalam menyelesaikan persoalan sosial di lapangan.
“Kami merasa dihargai. TNI hadir di saat kami butuh, bukan hanya ketika ada masalah besar, tapi juga dalam hal-hal sederhana seperti ini,” ungkap seorang warga.
Program komunikasi sosial yang diusung TNI melalui Babinsa seperti Serma Sa’idun menjadi bukti nyata bahwa aparat tidak berjarak dengan rakyat. Pmeilik rumah, Ponadi, mengucapkan terima kasih telah dibantu membangun rumahnya menjadi lebih baik dan layak.
“Saya tidak bisa membalas apa-apa, kecuali doa. Terima kasih sudah membantu,” kata Ponadi. (*)







