KabarBaik.co – Kebutuhan lampu penerangan jalan di Kabupaten Blitar terus meningkat. Namun kemampuan penyediaannya belum dapat mengimbangi kondisi lapangan. Banyak ruas jalan di wilayah kabupaten yang masih minim cahaya, terutama pada titik-titik jauh dari pusat permukiman. Situasi ini membuat permintaan PJU datang dari berbagai kecamatan setiap tahun.
Kepala Bidang Perlengkapan Jalan Dinas Perhubungan, Kurniawan Wibowo, menjelaskan bahwa jumlah PJU yang terpasang melalui program dinas sejak 2022 baru sekitar 800 titik. Ia menyebut capaian tersebut masih jauh dari jumlah ideal karena jaringan jalan kabupaten sangat panjang. “Jarak antara kebutuhan dan yang sudah tersedia masih sangat besar,” kata Kurniawan, Rabu (3/12).
Di sisi lain, pengadaan lampu berbasis tenaga surya belum bisa dilakukan secara mandiri oleh pemerintah daerah. Seluruh panel surya yang terpasang saat ini merupakan bagian dari bantuan pihak luar. Salah satu bantuan terbesar datang dari Kementerian ESDM berupa 25 titik PJU tenaga surya yang dialokasikan untuk wilayah Wonodadi, Ponggok, dan Doko. Paket itu diserahkan pada 2023.
Pada 2025, Kabupaten Blitar dijadwalkan kembali menerima hibah berupa 90 lampu PJU. Titik pemasangannya tersebar di beberapa kecamatan seperti Binangun, Panggungrejo, Kademangan, Ponggok, dan Udanawu. “Karena statusnya hibah barang, tugas kami hanya memastikan pemasangan. Pengadaannya bukan dari APBD,” jelasnya.
Kurniawan mengakui bahwa keterbatasan anggaran membuat perluasan penerangan jalan belum bisa berjalan cepat. Sementara kebutuhan warga terhadap ruas jalan yang terang semakin mendesak, terutama di kawasan rawan kecelakaan dan jalur yang sering dilalui pada malam hari.
Saat ini Dishub fokus menjaga agar PJU yang sudah terpasang tetap berfungsi, termasuk melalui pemeliharaan rutin. Kendati demikian, Kurniawan menilai pencapaian rasio ideal sekitar 20 titik lampu untuk setiap kilometer jalanmasih membutuhkan tambahan pengadaan dalam jumlah besar pada tahun-tahun berikutnya. (*)








