KabarBaik.co – Cuaca ekstrem kembali melanda kawasan perairan Banyuwangi, terutama di wilayah selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang bisa mencapai 4 meter. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas awan Cumulonimbus (CB) yang memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.
Prakirawan BMKG Banyuwangi, I Gede Agus Purbawa, mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan untuk waspada. “Kehadiran awan CB di perairan dapat meningkatkan risiko gelombang tinggi. Kami menyarankan masyarakat untuk selalu memantau informasi terkini cuaca melalui kanal resmi BMKG,” ujar Gede, Senin (9/12).
Menurut data BMKG, tinggi gelombang di perairan Selat Bali saat ini masih bervariasi dari rendah hingga tinggi, sedangkan di perairan selatan Banyuwangi berkisar pada kategori sedang hingga tinggi. Gelombang rendah tercatat antara 0,5–1,25 meter, gelombang sedang 1,25–2,5 meter, dan gelombang tinggi mencapai 2,5–4 meter.
Suhu muka laut yang hangat di perairan Jawa Timur disebut menjadi salah satu penyebab peningkatan uap air di atmosfer. Hal ini, ditambah kelembapan udara tinggi dan aktivitas konvergensi massa udara, mendukung terbentuknya awan-awan konvektif masif. BMKG juga mencatat adanya gangguan atmosfer berupa fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang memperparah pembentukan awan hujan di wilayah Jawa Timur.
“Kondisi atmosfer yang dinamis ini membuat Banyuwangi rentan mengalami hujan lebat hingga ringan, yang dapat berlangsung singkat maupun dalam durasi lama. Cuaca ekstrem ini sering kali disertai petir dan angin kencang,” tambah Gede.
Musim hujan yang telah berlangsung sejak awal Desember ini diprakirakan membawa curah hujan dengan intensitas normal hingga di atas normal. Meski begitu, distribusi hujan diprediksi cukup merata di seluruh wilayah Banyuwangi.
BMKG mengingatkan masyarakat pesisir, terutama nelayan di wilayah selatan Banyuwangi, untuk memperhatikan informasi terkini sebelum melaut. “Kami terus memperbarui informasi cuaca melalui platform resmi BMKG. Antisipasi dini sangat penting untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan,” pungkas Gede.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya seperti banjir, tanah longsor, dan kerusakan akibat angin kencang yang dapat terjadi selama musim hujan.(*)







