Barikan Hari Kemerdekaan, 350 Anak Serukan Persatuan dan Toleransi Anak Nusantara di Kota Malang

oleh -86 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 17 at 1.29.27 AM
Barikan hari kemerdekaan yang digelar di Alun-alun Kota Malang (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Sebanyak 350 anak dari jenjang PAUD hingga SMP menjadi bagian utama Barikan Anak Nusantara ke-5 yang digelar Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKAUB) di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Minggu (16/8).

Mengusung semangat kebinekaan, ratusan anak tersebut mengikuti kegiatan lintas agama sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka tidak hanya tampil dalam berbagai pertunjukan kesenian, tetapi juga terlibat langsung dalam doa bersama yang melibatkan enam agama.

Keterlibatan 350 anak tersebut menjadi pesan utama kegiatan. Mereka diberikan ruang untuk mengenal keberagaman sekaligus mengekspresikan semangat persatuan dan kecintaan terhadap Tanah Air sejak usia dini.

Sekretaris Jenderal FKAUB David Tobing mengatakan Barikan Anak Nusantara memang dirancang agar anak-anak tidak hanya menjadi penonton dalam kegiatan lintas agama. Mereka diberikan peran secara langsung, termasuk dalam rangkaian pembacaan doa.

“Tantangan media saat ini membuat semangat nasionalisme anak-anak luntur, untuk itu acara ini digagas bukan hanya untuk seni, tetapi dengan satu panduan bersama 6 agama dapat menumbuhkan rasa nasionalisme mereka,” ujar David.

Menurutnya, pelibatan anak-anak menjadi penting karena kegiatan lintas agama selama ini lebih banyak melibatkan tokoh-tokoh agama. Melalui Barikan Anak Nusantara, anak-anak diberi ruang untuk merasakan secara langsung makna persaudaraan dalam keberagaman.

“Anak-anak sebagai pihak yang termarjinalkan juga ingin kami berikan peran, sehingga mereka punya tempat untuk mengekspresikan perasaannya,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan keberadaan 350 anak dalam kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai kebangsaan dan toleransi sejak dini.

Menurut Wahyu, keberagaman tidak seharusnya menjadi alasan untuk terpecah. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kekuatan apabila dibangun dengan kebersamaan dan sikap saling menghormati.

Selain memperkuat toleransi, Barikan Anak Nusantara juga menjadi upaya menjaga tradisi Barikan sebagai bagian dari budaya masyarakat Kota Malang.

“Selain ungkapan rasa syukur untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, Barikan juga sebagai ruang untuk memperkenalkan, merawat, dan melestarikan barikan sebagai budaya yang hidup di tengah masyarakat,” terang Wahyu.

Rangkaian kegiatan juga diisi Ikrar Anak Nusantara. Dalam ikrar tersebut, para peserta menyatakan komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila, mencintai Tanah Air, serta menjaga persaudaraan di tengah keberagaman.

Melalui keterlibatan 350 anak dan enam agama, Barikan Anak Nusantara ke-5 diharapkan menjadi ruang pembelajaran nyata bagi generasi muda bahwa perbedaan agama dan latar belakang bukan penghalang untuk bersatu sebagai anak bangsa. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.