Biaya Perang AS Lawan Iran Capai Rp 1.000 Triliun

oleh -82 Dilihat
thumbs b c 89edd1c25f64f5d9d9b92988b9e79e8b.jpg
Bendera Iran dengan kerusakan besar di distrik Javadiyeh dan Beryanak akibat serangan AS-Israel di Teheran, Iran (ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri)

KabarBaik.co, AS– Biaya operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran mencapai 61 miliar dolar AS (sekitar Rp 1.000 triliun), menurut pemantau real time Iran War Cost Tracker.

Portal tersebut memperbarui data secara seketika (real-time) dan menghitung biaya yang dibutuhkan untuk personel serta kapal yang dikerahkan ke wilayah tersebut dan juga pengeluaran terkait lainnya.

Metodologi perhitungannya berdasarkan atas laporan Pentagon kepada Kongres, yang menyebutkan bahwa enam hari pertama operasi menelan biaya 11,3 miliar dolar AS (sekitar Rp 194 triliun), ditambah pengeluaran lainnya yang akan mencapai 1 miliar dolar AS (sekitar Rp 17 triliun) per hari.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap target di Iran yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menewaskan korban sipil.

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Perundingan selanjutnya di Islamabad, Pakistan berakhir tanpa membuahkan hasil. Namun demikian, tidak ada pengumuman permusuhan dilanjutkan, meski AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Pada Selasa (21/4), Trump mengatakan AS akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sambil terus melakukan blokade.

Keesokan harinya, Presiden AS itu mengatakan bahwa pembicaraan damai dengan Iran “mungkin” terjadi dalam 36 hingga 72 jam ke depan. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.