KabarBaik.co, Surabaya – Persaingan bisnis ritel menjelang Ramadan dan Lebaran kian memanas di Surabaya. Di tengah kompetisi yang semakin ketat, Samudra Supermarket, pemain ritel lokal asal Jawa Timur, kembali menunjukkan agresivitasnya dengan membuka gerai kedua di Kota Pahlawan. Gerai terbaru ini berlokasi di BG Junction, kawasan pusat kota yang dikenal strategis dan ramai aktivitas.
Ekspansi ini menyusul pembukaan gerai pertama Samudra Supermarket di Surabaya Barat, tepatnya di Citraland Green Lake, yang mulai beroperasi pada Juni 2025. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, Samudra telah menancapkan dua bendera bisnisnya di Surabaya—sebuah langkah agresif di tengah persaingan ritel yang kian kompetitif.
Chief Operating Officer (COO) Samudra Supermarket, April Wahyu Widati, menilai Surabaya masih menyimpan potensi besar bagi pertumbuhan bisnis ritel, terlebih menjelang momentum belanja utama seperti Ramadan dan Lebaran.
“Jika melihat tren tahunan, kuartal yang bertepatan dengan puasa dan Lebaran selalu menjadi momentum terbaik. Harapannya, ini bisa mendorong omzet di awal tahun dan berlanjut ke bulan-bulan berikutnya,” ujar April, Minggu (1/2).
Menurut April, tingginya antusiasme belanja masyarakat Indonesia selama Ramadan hingga Lebaran menjadi penggerak utama peningkatan permintaan. Kebutuhan konsumsi, persiapan silaturahmi, hingga tradisi berbagi menjadi faktor pendorong yang dimanfaatkan Samudra untuk hadir dengan konsep berbeda dibanding ritel lokal lainnya.
Samudra Supermarket mengusung diferensiasi pada kelengkapan produk fresh yang diklaim lebih lengkap, mulai dari daging, ikan, hingga produk ready to cook dan ready to eat. Di sisi lain, lini grocery tetap menjadi tulang punggung dengan penawaran harga yang kompetitif.
“Belum banyak supermarket lokal yang menawarkan produk fresh selengkap ini. Kami ingin memberikan pengalaman belanja yang berbeda, namun tetap dengan harga yang sangat terjangkau,” jelasnya.
Gerai Samudra Supermarket di BG Junction memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi dan menyasar segmen pasar menengah di kawasan pusat kota. Meski mengusung konsep toko modern dengan ambience yang nyaman, April menegaskan komitmen perusahaan untuk tetap menjaga harga agar ramah di kantong.
“Kami tidak membedakan segmen high end atau low end. Konsepnya memang nyaman, tetapi harganya tetap affordable. Kualitas bintang lima, harga kaki lima,” tuturnya.
Memasuki tahun 2026, April mengakui persaingan bisnis ritel akan semakin kompetitif. Setiap pemain dituntut menghadirkan diferensiasi untuk menarik dan mempertahankan konsumen. Meski demikian, Samudra optimistis masih memiliki ceruk pasar tersendiri di Surabaya.
“Kami adalah pemain lokal dan masih melihat peluang besar. Surabaya belum banyak ritel lokal yang benar-benar menawarkan pengalaman belanja yang berbeda. Di situlah kami ingin mengambil peran,” tambahnya.
Saat ini, Samudra Supermarket telah mengoperasikan delapan gerai yang tersebar di Bojonegoro, Tuban, Madiun, Kediri, Malang, hingga Surabaya. Ke depan, ekspansi akan tetap difokuskan di Jawa Timur sebagai bagian dari visi perusahaan untuk menjadi ritel lokal nomor satu.
“Yang jelas, kami adalah perusahaan lokal yang ingin terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkas April. (*)







